Menu

Mode Gelap
Dukung Penguatan Spiritual, PT PUL Berikan Bantuan Kipas Angin Buat Mesjid Di Ussu BPK Sulsel Respons Aspirasi HMPLT, Siap Pelajari Dugaan Persoalan APBD Luwu Timur HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur Makin Menarik, Tak Pernah Tanda Tangan Dukumen Pencairan Keuangan  Direktur PT Malili Suplai Utama Keberatan Dengan Bank Mandiri Banyak Kejanggalan Dalam Pengadaan Ambulan Desa Dari Dana CSR Vale. Erwin Sandi Masih Misteri, Waktunya APH Bertindak Untuk Memaksimalkan Pelayanan, Pemkab Lutim Restui Penyesusian Tarif Air Perumdam Waemami

BERITA

Tujuh Saran TPID Untuk Mengendalikan Inflasi Di Lutim


					Tujuh Saran TPID Untuk Mengendalikan Inflasi Di Lutim Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Setelah melakukan pemantauan harga barang di sejumlah pasar tradisional di Luwu Timur, Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID) Provinsi Sulawesi Selatan memberikan Tujuh Saran yang harus ditindaklanjuti Pemerintah Luwu Timur.

Saran tersebut dianggap sebagai langkah kongkrit pemerintah dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Luwu Timur.

” Hasil pemantauan bersama TPID Provinsi Susel dan TPID Kabupaten Luwu Timur, mendapati harga Beras dan Cabe yang masih mahal di pasar tradisional Luwu Timur. ” Ungkap Senfry Octavianus Kadis Perdagangan Koperasi, Perindustrian, Luwu Timur. Sabtu (16/03/2024).

Menurut Senfry, terkait beras yang masih mahal, TPID Provinsi Sulsel meminta agar Rumah Pangan Kita bentukan Bulog harus ada didalam pasar dan menjual beras SPHP dengan harga murah.

Berikut Saran Tindakan yang diterbitkan TPID Provinsi Sulsel untuk ditindak lanjuti Pemerintah Luwu Timur untuk mengendalikan Inflasi :

1. Menyarankan untuk terus menggelar Operasi Pasar dan melaksanakan Pasar Murah di Sebelas Kecamatan, melibatkan Forkopimda, Bulog, OPD terkait, Distributor Komuditas dan Satgas Pangan dipimpin oleh Bupati Lutim.

2. Menyarankan untuk mengeluarkan Cadangan Beras Bulog jika diperlukan.

3. Tambahkan Kios mitra Bulog di Pasar Tradisional. Di Luwu Timur.

4. Menggelar Rakoor bersama tim TPID, Distributor , Satgas Pangan untuk pengendalian harga.

5. Membangun kemitraan Bulog dengan usaha penggilingan padi.

6. Menyediaka kendaraan distribusi , untuk mengangkut komoditi kepasar kecamatan, bekerjasama bulog dan koperindag.

7.Segera membuat data ketersediaan kebutuhan pangan dan surplus, minus pangan setiap bulannya.

Untuk menindaki saran dari TPID Provinsi Sulsel tersebut Dinas Perdagangan Luwu Timur dalam waktu dekat ini akan menggelar lagi Pasar Murah di 11 Kecamatan.

” Menjelang Idulfitri nanti kita akan menggelar lagi Pasar Murah di seluruh Kecamatan di Luwu Timur. Harapan kita Pasar Murah tersebut bisa menekan inflasi dan mencegah kelangkaan stok bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat. ” Tutupnya. ( OKSON/***)

Baca Lainnya

Dukung Penguatan Spiritual, PT PUL Berikan Bantuan Kipas Angin Buat Mesjid Di Ussu

16 Mei 2026 - 11:58 WITA

BPK Sulsel Respons Aspirasi HMPLT, Siap Pelajari Dugaan Persoalan APBD Luwu Timur

13 Mei 2026 - 03:24 WITA

HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur

12 Mei 2026 - 13:43 WITA

Trending di BERITA