Menu

Mode Gelap
Banyak Kejanggalan Dalam Pengadaan Ambulan Desa Dari Dana CSR Vale. Erwin Sandi Masih Misteri, Waktunya APH Bertindak Untuk Memaksimalkan Pelayanan, Pemkab Lutim Restui Penyesusian Tarif Air Perumdam Waemami Menuju Zero Accident PT CLM Gelar Defensive Driving Training Kejati Sulsel Minta Appraisal Independen untuk Evaluasi Sewa Lahan PT IHIP di Luwu Timur Wujudkan Lingkungan Belajar Bebas Ancaman Narkotika, PT Vale Deklarasikan Program Sekolah Bersinar Mahasiswa Luwu Timur Demo di Kejati dan Polda Sulsel Soroti Dugaan Korupsi dan Penggusuran Warga Laoli

BERITA

Banyak Kejanggalan Dalam Pengadaan Ambulan Desa Dari Dana CSR Vale. Erwin Sandi Masih Misteri, Waktunya APH Bertindak


					Banyak Kejanggalan Dalam Pengadaan Ambulan Desa Dari Dana CSR Vale. Erwin Sandi Masih Misteri, Waktunya APH Bertindak Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Pengadaan mobil ambulan desa yang bersumber dari dana CSR PT Vale makin tidak jelas. Pihak Daihatsu Luxio Serpong mengaku unit permintaan Erwin sudah disediakan tapi belum dibayar lunas.

Demikian penjelasan Supervisor TMS Daihatsu Serpong, Ratno Budiarto melalui sambungan telepon , Senin (11/05/2026).

Menurut Ratno, kerjasama ini makin lama situasinya makin tidak jelas karena Erwin Sandi sudah tidak bisa dihubungi.

Ratno mengaku unit mobil Daihatsu Luxio itu dipesan di TMS Daihatsu Serpong, Kabupaten Tenggarang Selatan, Barangnya sudah ready sejak Februari 2026. Hanya saja, Erwin R Sandi tak menyelesaikan pembayaran.

” Dari kami tidak ada kendala. Sejak Februari Kami sudah siapkan 21 unit. Barangnya baru dan ada semua. Bahkan sebelum deadline kita siapkan lebih maju unitnya. Cuma belum di pasangi stiker ambulan semua masih standart.Tapi itu tadi belum dibayarkan,” Ungkapnya.

Ratno mengaku kehilangan kontak (lose contact) dengan Erwin R Sandi. Ia hanya bisa berkomunikasi dengan rekan Erwin R Sandi bernama Herlina Andriani Haris. Seorang sales mobil di Makassar yang menjadi penghubung Erwin Sandi dalam melakukan pemesanan unit di Serpong.

” Dari Herlina bilangnya belum ada pembayaran dari sana (PT Vale). Padahal kami sudah dikonfirmasi juga dari PT Vale, uangnya sudah ditransfer ke Vendor. Karena masalah ini, saya kena marah dengan atasan. Saya bisa kehilangan pekerjaan Pak,” ungkap Ratno.

Lanjut dijelaskannya, Erwin R Sandi melalui Herlina memesan 26 unit. Uang yang disetorkan baru booking fee sebanyak Rp 260 juta. Ini hitungan booking fee Rp 10 juta per unit.

“Sudah pelunasan 2 unit. Harga per unitnya Rp 199,79 juta. Yang 3 unit itu dia pesan dari dealer lain. Bukan dari saya. Jadi PT Malili ini pecah dealer. Sekarang tersisa 21 unit ini belum dibayar. Unit yang sangat sulit dijual. Saya kena marah dari atasan gara – gara Erwin ini. Kata Ratno.

Jasa Herlina Andriani Haris dibalik Pengadaan Ambulan

Dalam pengadaan 26 unit ambulance merek Daihatsu Luxio D, Erwin R Sandi menggunakan jasa Herlina Andriani Haris. Dan dalam pembelian yang tidak tuntas itu Herlina yang bertanda tangan.

Kenapa mesti Herlina karena Herlina ber KTP Tanggerang, kalau pakai KTP Tanggerang harganya bisa lebih murah dari pada menggunakan KTP Makassar.

” Kalau KTP Tanggerang Harganya Rp 199 juta lebih. Tak cukup Rp 200 juta. Dokumen faktur dan lainnya nanti diurus di Sulsel. ” Jelas Ratno.

Herlina saat dikonfirmasi terkait pengadaan mobil ambulan tersebut tidak bersedia memberikan penjelasan.

Berdasarkan dokumen PO 26 unit Daihatsu Luxio. tertulis pada tanggal 3 Februari 2026. Harga setiap unitnya Rp 230 juta.

Sebuah angka yang berbeda jauh dari pengakuan supervisor Daihatsu Luxio Ratno. Yang menyebut harganya satu unit Rp 199 jutaan. Tak sampai Rp 200 juta. ( oks/***)

 

Baca Lainnya

Untuk Memaksimalkan Pelayanan, Pemkab Lutim Restui Penyesusian Tarif Air Perumdam Waemami

11 Mei 2026 - 09:50 WITA

Menuju Zero Accident PT CLM Gelar Defensive Driving Training

10 Mei 2026 - 12:29 WITA

Kejati Sulsel Minta Appraisal Independen untuk Evaluasi Sewa Lahan PT IHIP di Luwu Timur

9 Mei 2026 - 03:20 WITA

Trending di BERITA