Menu

Mode Gelap
BPK Sulsel Respons Aspirasi HMPLT, Siap Pelajari Dugaan Persoalan APBD Luwu Timur HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur Makin Menarik, Tak Pernah Tanda Tangan Dukumen Pencairan Keuangan  Direktur PT Malili Suplai Utama Keberatan Dengan Bank Mandiri Banyak Kejanggalan Dalam Pengadaan Ambulan Desa Dari Dana CSR Vale. Erwin Sandi Masih Misteri, Waktunya APH Bertindak Untuk Memaksimalkan Pelayanan, Pemkab Lutim Restui Penyesusian Tarif Air Perumdam Waemami Menuju Zero Accident PT CLM Gelar Defensive Driving Training

BERITA

Pertemuan Pokjanal Posyandu Mulur Karena Peserta Lambat Datang


					Pertemuan Pokjanal Posyandu Mulur Karena Peserta Lambat Datang Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Acara Pertemuan  Pokjanal Posyandu  Tingkat Kabupaten Luwu Timur yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Luwu Timur di Hotel Ilagaligo mulur dari jadwal yang ditetapkan. Peserta yang datang sedikit dan banyak yang terlambat.

Mungkin salah satu penyebab peserta tidak disiplin menghadiri acara karenanya yang membuka kegiatan tersebut bukan bupati melainkan dr. April seorang Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Luwu Timur.

Sesuai jadwal acara tersebut dimulai pukul 09:00 Wita. Pada jam tersebut dr. April yang mewakili Bupati Lutim, sudah berada di Hotel Ilagaligo untuk membuka kegiatan. Namun di tempat kegiatan ternyata masih sepi dari peserta. Akhirnya dr. April meninggalkan hotel untuk mengganti pakaiannya.

” Belum ada pesertanya, pulang ka dulu ganti baju, karena habis olahraga saya ini. ” Ujar dr. April. Rabu ( 06/12/2023).

 

Tak berselang lama, dr April datang kembali  ke Hotel Ilagaligo, acara juga belum bisa dimulai. Karena peserta belum terlalu banyak yang hadir. Setelah sekian lama menunggu peserta, sekitar pukul 10:00 Wita, acara akhirnya dimulai saja meskipun kursi masih banyak yang kosong. 

Menurut dr. April, saat membaca sambutan bupati, salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan adalah menumbuhkembangkan Posyandu.

” Karena Posyandu itu kesehatan yang berbasis masyarakat. Lewat Posyandu angka kematian ibu hamil dan bayi bisa ditekan.” Ujarnya.

Secara kuantitas jumlah Posyandu sangat banyak, satu desa bisa terdapat 2 – 4 Posyandu. Tahun 1986 Jumlah Posyandu di Indonesia sebanyak 25. Ribu, pada tahun 2014 jumlah ini naik menjadi 289.635 Posyandu.
Yang jadi masalah adalah kualitas kader Posyandu masih rendah termasuk fasilitas Posyandu itu sendiri masih kurang.

Untuk itu pemerintah bisa mendongkrak kafasitas Kader Posyandu dengan melakukan Bimtek. Dan melengkapi fasilitas serta memberikan bantuan berupa obat -obatan, vaksin dan Dacin.

Untuk diketahui Dinkes Lutim mendatangkan Moh. Nur Irwan Hamidun dari Dinas Kesehatan Sulsel sebagai Nara Sumber, dihadiri Sekretaris Dinkes Lutim, Andi Tulleng Ketua Tim Pokjanal Posyandu yang diwakili  Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Desa, Musakkir, perwakilan OPD yang terkait dengan Pokjanal Posyandu, Kepala Puskesmas se-Lutim, dan perwakilan TP PKK. (SON/***)

 

Baca Lainnya

BPK Sulsel Respons Aspirasi HMPLT, Siap Pelajari Dugaan Persoalan APBD Luwu Timur

13 Mei 2026 - 03:24 WITA

HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur

12 Mei 2026 - 13:43 WITA

Makin Menarik, Tak Pernah Tanda Tangan Dukumen Pencairan Keuangan  Direktur PT Malili Suplai Utama Keberatan Dengan Bank Mandiri

12 Mei 2026 - 01:50 WITA

Trending di BERITA