Menu

Mode Gelap
BPK Sulsel Respons Aspirasi HMPLT, Siap Pelajari Dugaan Persoalan APBD Luwu Timur HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur Makin Menarik, Tak Pernah Tanda Tangan Dukumen Pencairan Keuangan  Direktur PT Malili Suplai Utama Keberatan Dengan Bank Mandiri Banyak Kejanggalan Dalam Pengadaan Ambulan Desa Dari Dana CSR Vale. Erwin Sandi Masih Misteri, Waktunya APH Bertindak Untuk Memaksimalkan Pelayanan, Pemkab Lutim Restui Penyesusian Tarif Air Perumdam Waemami Menuju Zero Accident PT CLM Gelar Defensive Driving Training

BERITA

Pemkab. Lutim Gelar Rapat Advokasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting


					Pemkab. Lutim Gelar Rapat Advokasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Perbesar

OKSon,Luwu Timur,– Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) menggelar Rapat Advokasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Hotel Lagaligo, Selasa (04/04/2023).

Rapat dipimpin oleh Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir mewakili Bupati Luwu Timur didampingi Kepala DP2KB, Hj. Puspawati, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Adnan, serta dihadiri Kepala OPD Lingkup Pemerintah Lutim, para Kepala Desa dan menghadirkan narasumber, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Hj. Andi Ritamariani.

Pada kesempatan ini, Rapiuddin mengatakan bahwa, kegiatan ini menjadi pengingat akan dua hal pokok diantaranya : Pertama, Percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat. Kedua, Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan konvergensi antar program hingga ke tingkat desa/kelurahan untuk menurunkan stunting.

“Upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu lembaga saja atau hanya dari unsur pemerintah kabupaten, namun penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak termasuk pemerintah desa/kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan,” ungkap Rapiuddin.

Olehnya itu, Staf Ahli Pembangunan meminta kepada para Camat dan kepala desa untuk memastikan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas di daerahnya didukung dengan sumber daya yang mencukupi.

“Kita harus memastikan bahwa adanya intervensi sangat diperlukan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Luwu Timur,” terang Rapiuddin.

Terakhir, Rapiuddin berharap kepada para akademisi, lembaga swadaya masyarakat, swasta, mitra pembangunan, dan media, untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan percepatan penurunan stunting.

“Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendirian, tetapi memerlukan kolaborasi dan dukungan dari kita semua. Masa depan kita tergantung pada aksi dan langkah kolaboratif yang kita lakukan sekarang demi menyongsong masa depan,” harap Staf Ahli Pembangunan.

(OKSon-dew/***)

Baca Lainnya

BPK Sulsel Respons Aspirasi HMPLT, Siap Pelajari Dugaan Persoalan APBD Luwu Timur

13 Mei 2026 - 03:24 WITA

HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur

12 Mei 2026 - 13:43 WITA

Makin Menarik, Tak Pernah Tanda Tangan Dukumen Pencairan Keuangan  Direktur PT Malili Suplai Utama Keberatan Dengan Bank Mandiri

12 Mei 2026 - 01:50 WITA

Trending di BERITA