Menu

Mode Gelap
Ekonom Unhas: PDRB Tinggi Tak Otomatis Membuat Masyarakat Luwu Timur Makmur Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat Singgah di Nursery PT Vale, Ridwan Andi Wittiri Salut Dengan Kesiapan Program Pasca Tambang PT Vale Cegah Banjir Meluap Di Jalan Raya, PT PUL Benahi Drainase di Salu Ciu

BERITA

Kunjungi Penyebab Banjir di Wilayah Hulu Lagego, Komisi Tiga Dapati Limbah Busuk PTPN Mengalir Bebas


					Kunjungi Penyebab Banjir di Wilayah Hulu Lagego, Komisi Tiga Dapati Limbah Busuk PTPN Mengalir Bebas Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Komisi Tiga DPRD Luwu Timur bersikukuh akan menguji sample limbah PTPN IV Distrik Sulawesi untuk memastikan apakah limbah yang mengalir bebas ini berbahaya bagi kesehatan warga yang tinggal di hilir. Demikian kata Badawi Alwi, wakil Ketua Komisi III DPRD Lutim. Jumat(16/05/2025).

Limbah yang mengalir ini mencuri perhatian Komisi Tiga DPRD Lutim saat mereka melakukan kunjungan lapangan pasca banjir yang melanda Desa Lagego dan sekitarnya di Kecamatan Burau.

” Mereka bilang ini limbah tidak beracun, karena dari tangkos sawit, kami menilainya ini tetap limbah karena baunya busuk menyengat dan airnya juga hitam, apakah ini berbahaya bagi kesehatan warga yang tinggal di hilir tentunya ini akan kita uji lewat laboratorium. ” Ungkap Erick Estrada legeslator PDIP.

.

Sekiranya cairan yang mengalir ini tidak beracun tetap harus ada perlakuan khusus terhadap limbah ini. Dia tidak bisa dilepas bebas mengikuti aliran air sebab air pembuangan ini lewat dipemukiman warga dan dibagian hilir sana banyak terdapat usaha tambak warga.

” Harusnya dia tetap dibuatkan sedimen pond, di saring dulu di kolam endapan setelah steril barulah di lepas airnya. Tidak boleh langsung di biarkan mengalir begitu saja. Walaupun katanya tidak beracun tapi bau busuknya itu sudah membuat tidak nyaman. ” Jelas Erick..

Pengambilan sample limbah ini dilakukan anggota DPRD Eric Estrada menggunakan botol air mineral. rencananya limbah cair yang berbau busukĀ  ituĀ  akan di uji di laboratorium untuk memanstikan sejauh apa daya rusak limbah tersebut terhadap usaha empang warga yang ada di wilayah hilir.. ” Kata Erick.( son/***)

 

Baca Lainnya

Ekonom Unhas: PDRB Tinggi Tak Otomatis Membuat Masyarakat Luwu Timur Makmur

2 Juli 2026 - 13:55 WITA

Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale

26 Juni 2026 - 13:37 WITA

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 07:03 WITA

Trending di BERITA