Menu

Mode Gelap
Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina

BERITA

Kemarau, Lahan Persawahan Warga Di Angkona dan Kalaena Kering,  Wayan Suparta Minta Dinas Pertanian Bertindak


					Kemarau, Lahan Persawahan Warga Di Angkona dan Kalaena Kering,  Wayan Suparta Minta Dinas Pertanian Bertindak Perbesar

OKSON, Luwu Timur,- Musim Kemarau yang berkepanjangan di Kabupaten Luwu Timur mulai meresahkan petani.

Di Kecamatan Angkona dan Kalaena Puluhan Hektar lahan persawahan sudah tidak bisa produktif karena tak bisa lagi di airi.

Menyikapi hal ini Wayan Suparta, Anggota DPRD Luwu Timur meminta secepatnya ada penanganan khusus yang dilakukan pemerintah Luwu Timur dalam hal ini Dinas Pertanian. 

” Dampak elnino ini membuat Persawahan di Kecamatan Angkona dan Kalaena kering kerontang. Kondisi ini membuat kita semakin was – was, karena bisa mempengaruhi kondisi ketahanan pangan kita di Luwu Timur.” Ujar Wayan Suparta. Rabu ( 18/10/2023).

Hasil pemantauannya dilapangan, persawahan warga yang dianggap sudah memprihatinkan berada di daerah Tawakua ,Solo, Balirejo, Wanasari, Mantadulu, sebahagian berada di Kalaena Kiri.

Kondisi permukaan tanah di lahan persawahan warga ini sudah merekah, akibat sudah lama tidak bisa lagi dialiri air. Kalau pun ada sawah yang masih produktif itu karena posisi sawah tersebut berada dekat dengan irigasi.

” Lewat 300 meter dari irigasi sudah tidak bisa lagi dialiri air.” Jelas Wayan Suparta.

Solusi cepat yang diharapkan dari pemerintah saat ini adalah bantuan mesin pompa air atau pembuatan sumur bor. Karena tanpa itu sawah warga akan terus kekeringan.

Sejauh ini ada beberapa warga terpaksa menggunakan tabung gas 3 Kilo Gram untuk menggerakkan mesin pompa airnya.

” Saya berharap pemerintah secepatnya membantu mengatasi kondisi ini agar aktivitas pertanian di Lutim tetap berjalan lancar. ” Tutup Wayan Suparta. ( SON/***)

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA