Menu

Mode Gelap
Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat Singgah di Nursery PT Vale, Ridwan Andi Wittiri Salut Dengan Kesiapan Program Pasca Tambang PT Vale Cegah Banjir Meluap Di Jalan Raya, PT PUL Benahi Drainase di Salu Ciu Enviro Academy Cara PT Vale menumbuhkan Kesadaran Menjaga Alam Untuk Usia Dini

BERITA

Kemarau, Lahan Persawahan Warga Di Angkona dan Kalaena Kering,  Wayan Suparta Minta Dinas Pertanian Bertindak


					Kemarau, Lahan Persawahan Warga Di Angkona dan Kalaena Kering,  Wayan Suparta Minta Dinas Pertanian Bertindak Perbesar

OKSON, Luwu Timur,- Musim Kemarau yang berkepanjangan di Kabupaten Luwu Timur mulai meresahkan petani.

Di Kecamatan Angkona dan Kalaena Puluhan Hektar lahan persawahan sudah tidak bisa produktif karena tak bisa lagi di airi.

Menyikapi hal ini Wayan Suparta, Anggota DPRD Luwu Timur meminta secepatnya ada penanganan khusus yang dilakukan pemerintah Luwu Timur dalam hal ini Dinas Pertanian. 

” Dampak elnino ini membuat Persawahan di Kecamatan Angkona dan Kalaena kering kerontang. Kondisi ini membuat kita semakin was – was, karena bisa mempengaruhi kondisi ketahanan pangan kita di Luwu Timur.” Ujar Wayan Suparta. Rabu ( 18/10/2023).

Hasil pemantauannya dilapangan, persawahan warga yang dianggap sudah memprihatinkan berada di daerah Tawakua ,Solo, Balirejo, Wanasari, Mantadulu, sebahagian berada di Kalaena Kiri.

Kondisi permukaan tanah di lahan persawahan warga ini sudah merekah, akibat sudah lama tidak bisa lagi dialiri air. Kalau pun ada sawah yang masih produktif itu karena posisi sawah tersebut berada dekat dengan irigasi.

” Lewat 300 meter dari irigasi sudah tidak bisa lagi dialiri air.” Jelas Wayan Suparta.

Solusi cepat yang diharapkan dari pemerintah saat ini adalah bantuan mesin pompa air atau pembuatan sumur bor. Karena tanpa itu sawah warga akan terus kekeringan.

Sejauh ini ada beberapa warga terpaksa menggunakan tabung gas 3 Kilo Gram untuk menggerakkan mesin pompa airnya.

” Saya berharap pemerintah secepatnya membantu mengatasi kondisi ini agar aktivitas pertanian di Lutim tetap berjalan lancar. ” Tutup Wayan Suparta. ( SON/***)

Baca Lainnya

Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale

26 Juni 2026 - 13:37 WITA

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 07:03 WITA

Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat

24 Juni 2026 - 06:56 WITA

Trending di BERITA