Menu

Mode Gelap
BPK Sulsel Respons Aspirasi HMPLT, Siap Pelajari Dugaan Persoalan APBD Luwu Timur HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur Makin Menarik, Tak Pernah Tanda Tangan Dukumen Pencairan Keuangan  Direktur PT Malili Suplai Utama Keberatan Dengan Bank Mandiri Banyak Kejanggalan Dalam Pengadaan Ambulan Desa Dari Dana CSR Vale. Erwin Sandi Masih Misteri, Waktunya APH Bertindak Untuk Memaksimalkan Pelayanan, Pemkab Lutim Restui Penyesusian Tarif Air Perumdam Waemami Menuju Zero Accident PT CLM Gelar Defensive Driving Training

BERITA

Aksi Perubahan “Kompos Batara Guru” Peserta PKA Angkatan V Lutim Diresmikan


					Aksi Perubahan “Kompos Batara Guru” Peserta PKA Angkatan V Lutim Diresmikan Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,- Aksi perubahan “Kompos Batara Guru” dengan tema Peduliki, Saya Jaga Ki yang diprakarsai oleh peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V Kabupaten Luwu Timur Tahun 2024 akhirnya diresmikan.

Peresmian dilakukan oleh Kepala Bagian Tata Usaha PPSDM Makassar, Dra. Widi Astuti, di halaman Kantor PPSDM Makassar, Selasa (10/09/2024), disaksikan Menteri PPSDM Regional Makassar yang diwakili oleh Andi Massalinri AP, M.Si., didampingi Ketua Panitia PKA Angkatan V Lutim, Andi Muhammad Reza.

Andi Muhammad Reza mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan program Komposting Batara Guru ini, terutama dari pihak PPSDM, Petugas Keberishan dan Seluruh Peserta PKA angkatan V.

Ia menjelaskan, Pemilihan “Program Komposting Batara Guru”, sebagai aksi perubahan peserta PKA angkatan V setidaknya didasari beberapa pertimbangan :

Pertama, “Batara Guru” bukan sekadar nama, namun diambil dari nama seorang tokoh “sejarah/Mitologi” yang ada di Kabupaten Luwu Timur yang menggambarkan kebijaksanaan dan kedewasaan dalam memanfaatkan potensi dan kearifan alam secara bijak.

“Sehingga kami menganggap bahwa nama Batara Guru untuk program komposting adalah wujud nyata dari upaya kita untuk mengelola sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat, baik bagi lingkungan maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kedua, lanjut Reza, menggarisbawahi pentingnya upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, terutama melalui komposting. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan seringkali dianggap sebagai beban lingkungan.

“Namun, dengan pendekatan yang tepat, sampah organik tersebut sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk diubah menjadi kompos, yang sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah dan peningkatan kualitas lingkungan kita,” tutur Reza.

Lebih jauh Ia menjelaskan kenapa Komposting penting, karena Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Mengurangi Dampak Lingkungan, dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

“Semoga program ini menjadi langkah awal yang kuat menuju lingkungan yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan,” jelas Andi Muhammad Reza. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)

Baca Lainnya

BPK Sulsel Respons Aspirasi HMPLT, Siap Pelajari Dugaan Persoalan APBD Luwu Timur

13 Mei 2026 - 03:24 WITA

HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur

12 Mei 2026 - 13:43 WITA

Makin Menarik, Tak Pernah Tanda Tangan Dukumen Pencairan Keuangan  Direktur PT Malili Suplai Utama Keberatan Dengan Bank Mandiri

12 Mei 2026 - 01:50 WITA

Trending di BERITA