Menu

Mode Gelap
BPK Sulsel Respons Aspirasi HMPLT, Siap Pelajari Dugaan Persoalan APBD Luwu Timur HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur Makin Menarik, Tak Pernah Tanda Tangan Dukumen Pencairan Keuangan  Direktur PT Malili Suplai Utama Keberatan Dengan Bank Mandiri Banyak Kejanggalan Dalam Pengadaan Ambulan Desa Dari Dana CSR Vale. Erwin Sandi Masih Misteri, Waktunya APH Bertindak Untuk Memaksimalkan Pelayanan, Pemkab Lutim Restui Penyesusian Tarif Air Perumdam Waemami Menuju Zero Accident PT CLM Gelar Defensive Driving Training

BERITA

Perubahan Dapil Di Lutim Bikin Buyar Investasi Politik


					Perubahan Dapil Di Lutim Bikin Buyar Investasi Politik Perbesar

OKSon, Luwu Timur , – Perubahan Daerah Pemilihan ( Dapil ) di Kabupaten Luwu Timur bikin hancur Investasi Politik .

Sebab banyak daerah yang selama ini digarap oleh anggota dewan untuk menjadi basis perolehan suara Pemilu 2024 tiba- tiba hilang seketika oleh keputusan Pemisahan Dapil .

Tugiat , salah seorang Anggota DPRD Luwu Timur dari Partai Nasdem tidak sependapat dengan Pemecahan Dapil tersebut .

Ia mengatakan pemecahan Dapil ini belum layak dilakukan di Luwu Timur . Sebab pemecahan Dapil bisa dilakukan apabila sudah mencapai 12 Kursi .

Sementara Mangkutana Raya dan Kalaena baru 9 Kursi , tiba- tiba dipecah Kecamatan Kalaena dan Angkona jadi satu Dapil dengan jumlah kursinya sangat sedikit  4 kursi .

Selanjutnya secara historis kecamatan Kalaena ini masih Mangkutana Raya, secara emosional sudah terbangun komunikasi yang baik dengan bakal Calegnya .

” Mestinya KPU turun lagi kemasyarakat ,tanya sama warga di Kalaena apakah setuju gabung sama Angkona menjadi Satu Dapil , pasti warga disana tidak setuju .” Ujar Tugiat di konfirmasi, Kamis (09/02/2023 ) .

Pembagian Dapil ini terjadi perbedaan kursi yang sangat jauh sekali selisihnya . Ada Dapil 4 kursi ada Dapil yang 8 kursi . ” Nah Dapil Kalaena – Angkona hanya 4 Kursi. Sangat jauh toh perbedaan kursinya. Kata Tugiat .

Imbas dari Pemecahan Dapil ini Tugiat menjelaskan Konstituennya mengaku dirugikan, karena banyak kebijakan politik yang kita sepakati untuk mengatasi masalah warga di Kalaena jadi batal di eksekusi . Inikan merugikan Rakyat. Jelas Tugiat .

Tugiat mengaku pada Pemilu Legeslatif lalu suaranya di Kecamatan Kalaena tidak signifikan, namun pasca Pemilu ,ia melebarkan kebijakan politiknya mengarah ke Kalaena untuk dijadikan basis perolehan suaranya .

” Setelah bertahun – tahun saya garap, saya prediksi jika tidak ada pemecahan Dapil , Kalaena akan menjadi magnet perolehan suara saya di Pemilu Legeslatif 2024 nanti .” Ungkap Tugiat . 

Kini setelah terbit keputusan Pemecahan Dapil ini Tugiat konsentrasi di Kecamatan Tomoni sebagai basis utamanya .

Muh. Abu Komisioner KPU Luwu Timur , menjelaskan, semua hasil Uji Publik, termasuk keinginan terbesar warga Luwu Timur yang menolak pemecahan Dapil sudah disampaikan ke KPU RI .

Namun pertimbangan Pusat tetap Memecah Dapil Karena Jumlah Penduduk sudah bertambah dan Dapil yang ada selama ini sudah dipergunakan lebih dari dua Kali .

” Kami sudah mengawal dan menyampaikan keinginan terbesar warga Lutim yang hanya mau penambahan kursi dan menolak pemecahan Dapil di KPU Pusat maupun di Komisi II DPR RI . Tapi keputusan pusat tidak seperti yang diharapkan, tetap memecah Dapil , maka tugas kami di KPU setelah putusan tersebut lahir, memastikan dan mengawal keputusan itu. ” Tutup Muh. Abu. ( OKSon/***)

 

 

 

 

 

 

Baca Lainnya

BPK Sulsel Respons Aspirasi HMPLT, Siap Pelajari Dugaan Persoalan APBD Luwu Timur

13 Mei 2026 - 03:24 WITA

HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur

12 Mei 2026 - 13:43 WITA

Makin Menarik, Tak Pernah Tanda Tangan Dukumen Pencairan Keuangan  Direktur PT Malili Suplai Utama Keberatan Dengan Bank Mandiri

12 Mei 2026 - 01:50 WITA

Trending di BERITA