PT Vale menegaskan bahwa upaya pemulihan lahan pasca-tambang yang telah berhasil dihijaukan kembali tidak akan memberi dampak berarti apabila generasi penerus tidak memiliki kesadaran untuk merawat lingkungan. Berangkat dari pemikiran tersebut, perusahaan menghadirkan program pendidikan bertajuk Enviro Academy yang ditujukan bagi pelajar tingkat dasar dan menengah pertama di kawasan Sorowako yang berdekatan dengan area operasional pertambangan. Kegiatan pendidikan ini digelar selama dua hari, yakni pada 19 sampai 20 Juni 2026, bertepatan dengan momen perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dan dihadiri oleh belasan siswa dari sejumlah sekolah di lingkungan tersebut.
Andi Afiyuddin yang menjabat sebagai Supervisor of Waste Management PT Vale Blok Sorowako menjelaskan bahwa Enviro Academy diciptakan sebagai sarana pembelajaran ihwal lingkungan bagi anak-anak sekolah, mengingat materi tentang pengelolaan alam masih sulit ditemui dalam kurikulum pendidikan formal. Pihaknya menambahkan bahwa sasaran utama dari program ini adalah menanamkan edukasi lingkungan sedini mungkin supaya para pelajar mampu membedakan perilaku yang berdampak buruk terhadap alam dengan tindakan yang bersifat melestarikan. Pemahaman semacam ini, lanjutnya, merupakan investasi jangka panjang yang penting guna mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Selama dua hari berlangsungnya agenda tersebut, para peserta tidak sekadar mendapatkan paparan materi di dalam ruangan, tetapi juga terlibat aktif dalam sejumlah kegiatan langsung di lapangan. Mereka berkesempatan meninjau fasilitas Nursery dan Segregation Plant milik PT Vale untuk mempelajari tata cara pembibitan tanaman, mekanisme pengelolaan sampah, serta praktik pembuatan kompos dan lubang biopori. Selain itu, siswa-siswi ini diajarkan teknik memilah sampah berdasarkan jenis organik dan anorganik, memahami prinsip reduce, reuse, dan recycle, serta mengamati langsung proses pengolahan sampah dan budidaya magot yang berfungsi menguraikan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos. Dalam kunjungan tersebut, tampak para siswa menunjukkan minat yang besar ketika mempraktikkan pembuatan kompos dengan metode Takakura maupun biopori. Mereka juga dikenalkan dengan pemanfaatan energi terbarukan yang berasal dari pembangkit listrik tenaga air serta cara-cara menghemat pemakaian air dalam aktivitas harian.
Manajemen PT Vale memang sengaja mengajak para pelajar untuk mengalami sendiri berbagai proses tersebut agar mereka menyadari bahwa pengelolaan lingkungan bukanlah sesuatu yang abstrak, melainkan aksi konkret yang dapat dijalankan oleh setiap individu. Ersin, seorang guru yang mendampingi para muridnya selama kegiatan, memberikan tanggapan positif atas terselenggaranya program ini. Ia menyebut bahwa Enviro Academy mampu memberikan pengalaman yang sangat berharga, tidak hanya dalam memperluas wawasan anak-anak, tetapi juga dalam membangkitkan kesadaran mereka terhadap tanggung jawab menjaga alam di masa mendatang. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Vale yang telah menunjukkan perhatian serius terhadap lingkungan dengan melibatkan pelajar sejak dini, meskipun mereka bermukim di sekitar wilayah tambang. Baginya, generasi muda yang dibesarkan dengan nilai-nilai cinta lingkungan akan tumbuh menjadi penerus yang mampu memelihara kelestarian alam secara bijak.
Program edukasi semacam ini diharapkan dapat mencetak generasi yang sensitif terhadap isu kebersihan dan keberlanjutan ekosistem. Lebih jauh lagi, inisiatif tersebut menjadi wujud nyata dedikasi perusahaan sektor tambang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dan penanaman nilai-nilai lingkungan sejak usia belia. PT Vale berkeyakinan bahwa warisan paling berharga yang dapat diberikan bukan hanya hutan yang kembali menghijau, melainkan juga manusia-manusia muda yang paham cara menjaganya supaya tetap lestari.








