Menu

Mode Gelap
Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

BERITA

Kabar Buruk, Luwu Timur Gagal Dapat Penghargaan KLA 2025


					Kabar Buruk, Luwu Timur Gagal Dapat Penghargaan KLA 2025 Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Sangat disayangkan, tahun 2025 ini, Kabupaten Luwu Timur gagal naik peringkat untuk penilaian Kabupaten Layak Anak tingkat nasional.

Jangankan untuk naik di Tahta tertingginya, Dua level prestasi yang telah diraih pemerintahan sebelumnya tak satupun bisa dipertahankan di masa pemerintahan Ibas – Puspa.

Padahal pada 2021 silam, Kabupaten Luwu Timur diumumkan negara meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama.

Kemudian Pada 2023 Silam Menteri PPPA mengumumkan lagi Kabupaten Luwu Timur naik peringkat lagi, meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Madya.

Kini di masa kepemimpinan Ibas – Puspa mestinya harus lebih baik lagi lompatannya. Namun tak satupun penghargaan tersebut bisa dipertahankan, artinya gagal total, fakta ini membuat publik bisa menyimpulkan kinerja pemerintahan saat ini mengalami kemunduran.

Daerah Kabupaten Kota di Sulawesi Selatan yang berhasil mendapatkan Penghargaan Kabupaten Layak Anak tahun 2025 hanya Kota Makassar dan Kabupaten Bulukumba.

Pada Jumat (8/8/2025) Menteri PPPA mengumumkan Kota Makassar meraih kategori tertinggi Kabupaten / Kota Layak Anak Kategori Nindya.

Kabupaten Bulukumba berhasil meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025 dengan kategori Madya, naik dari kategori Pratama pada tahun 2023.

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI sebagai bentuk apresiasi bagi daerah yang berkomitmen menjamin pemenuhan hak serta perlindungan khusus bagi anak.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial P3A Luwu Timur, Joni Patabi yang dikonfirmasi terkait kegagalan tersebut belum bersedia memberikan penjelasan secara rinci.

(Okson/***)

Baca Lainnya

Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara

14 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk

14 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

Trending di BERITA