OKSON, LUWU TIMUR, – Bumdes Karya Mandiri Desa Puncak Indah kini berdenyut lagi. Badan Usaha Milik Desa Puncak Indah ini sebelumnya nyaris mati suri. Karena beberapa kali membuka jualan usaha barang kebutuhan pokok berakhir tekor.
Modal yang dikeluarkan dengan laba yang diperoleh tidak sesuai harapan. Karena dagangan Bumdes kalah bersaing dengan toko – toko dan ritel yang ada disekitar Bumdes.
Ditengah kegalauan itu pada 2023, PT Vale lewat program Tanggung Jawab Sosialnya menyalurkan bantuan mobil sampah ke sejumlah desa di Kabupaten Luwu Timur yang masuk wilayah pemberdayaannya.
Desa Puncak Indah salah satu desa diwilayah pemberdayaan mendapat 1 unit mobil sampah tersebut. Armada pengangkut sampah itu diserahkan kepada Bumdes untuk mengelolanya.
Sejak itulah usaha Bumdes berubah dari berdagang bahan kebutuhan pokok menjadi jasa angkut sampah di rumah – rumah penduduk. Alhamdulillah usaha ini bertahan sampai sekarang, mampu menghidupkan Bumdes juga berhasil membuka lapangan kerja baru bagi warga.
Bakratang, salah seorang pengelola Bumdes Karya Mandiri Desa Puncak Indah menjelaskan, kehadiran mobil pengangkut sampah bantuan dari PT Vale sangat bermanfaat. Bisa menghidupkan Bumdes dan mampu menjaga kelestarian lingkungan.
” Inilah asas manfaat nyata dari salah satu program TJSL PT Vale yang masuk di Desa Puncak Indah. ” Ujar Bakratang. Jumat ( 22/05/2026).
Dengan satu unit mobil pengangkut sampah ini pengangkutan sampah dilakukan setiap hari dari rumah kerumah. Rutinitas ini membuat lingkungan perumahan jadi bersih dan bebas dari bau busuk limbah dapur rumah tangga.
” Saat ini kami sudah memiliki pelanggan sebanyak 340 rumah. Setiap bulan pelanggan dikenakan iuran sampah Rp. 30.000. Dengan penghasilan sekitar Rp.10 Juta perbulan dipotong biaya pemeliharaan dan pajak kendaraan masih ada saldonya. ” Ungkap Bakratang.
Bakratang meyakini, dengan banyaknya hunian baru di Desa Puncak Indah maka ia optimis pelanggan akan terus bertambah. Dan tentunya mobilisasi pengangkutan akan semakin meningkat lagi.
” Sejauh ini tidak ada kendala dalam pengangkutan sampahnya, yang jadi kendala kami belum punya tenaga kolektor. Kenapa ini kami butuhkan tenaga kolektor karena banyak juga masyarakat yang lupa membayar iuran sampahnya. ” Tutup Bakratang. ( oks/***)







