Menu

Mode Gelap
Tiba Di Malili Ketua DPD PDIP Sulsel Lakukan Peletakan Batu Pertama Dimulainya Pembangunan Kantor DPC PDIP Lutim Kasus Ambulans CSR Naik Tahap Penyidikan, Aliansi MUAK Tantang Penyidik, Beranikah Sentuh Aktor Utamanya Soal Dua Orang Guru Mengaji Pemda Klaim Tidak Hilangkan Nama Penerima Tapi Klaim Nomor Rekening Tidak Aktif Pemda Harus Ralat Teganya Dua Orang Guru Mengaji Di Tarengge Timur Dipecat Tanpa Sebab Musancab PDI Perjuangan Lutim, Antara Soliditas Kader dan Kesiapan Menyongsong Pemilu 2029 – 2031 Peringati Hari Lingkungan Hidup PT PUL Hijaukan Kawasan Jetty

BERITA

Ribuan Ekor Babi Yang Diternak Warga Mati massal Diduga terpapar Virus ASF . Vaksin dan Obatnya Belum Ada Di Lutim


					Ribuan Ekor Babi Yang Diternak Warga Mati massal Diduga terpapar Virus ASF . Vaksin dan Obatnya Belum Ada Di Lutim Perbesar

OKSon, Luwu Timur, – Ribuan Ekor Babi yang diternak warga di Luwu Timur mati massal . Dinas Pertanian Luwu Timur , harus meminjam Alat Berat Perumdam waemami untuk membuat lubang guna mengubur bangkai babi tersebut .

Dugaan sementara Babi tersebut mati akibat terpapar virus African Swine Fever (ASF) yaitu virus Demam Baby Afrika.

Di Kecamatan Tomoni Timur, ada dua lokasi penggalian kuburan massal bangkai babi yaitu di Kertoraharjo dan Desa Cendana Hitam karena dua desa itu yang banyak populasi babi yang mati karena warga banyak pelihara babi. Lahan penguburan massal babi ini disediakan oleh Kedua kades tersebut.

Amrulah Rasyid Kadis Pertanian Luwu Timur dikonfirmasi terkait dugaan ternka babi warga sudah terserang virus ASF, membenarkan babi – babi yang banyak mati tersebut sudah terpapar virus ASF.

” Ya ,bukan kemungkinan. Sudah dipastikan. Sudah ada hasil uji laboratoriumnya , menyatakan bahwa ternak babi yang mati di Luwu Timur positif terpapar virus ASF. Untuk lebih jelasnya hubungi dr Hewan dan Kabidnak distan. ” Ujar Amrulah Rasyid. Jumat ( 12/05/2023) .

Kendala yang dialami Pemerintah Luwu Timur saat ini adalah Obat dan vaksinnya belum ada .

Upaya yang dilakukan saat ini hanya minta ke tim dokter hewan untuk bersama peternak menjaga ternaknya yang belum terpapar agar tidak sembarang orang mendekatinya.

Menjaga makanan yang diberikan setiap hari tidak didatangkan dari mana – mana . Cukup makanan yang ada di sekitarnya.” terang Amrulah.

Kepada okson. co.Id, Kadis Pertanian mrngaku sudah melaporkan kejadian ini secara tertulis kepada Bupati Luwu Timur, Gubernur Sulsel dan Dirjen Peternakan . ( Son/***)

Baca Lainnya

Tiba Di Malili Ketua DPD PDIP Sulsel Lakukan Peletakan Batu Pertama Dimulainya Pembangunan Kantor DPC PDIP Lutim

20 Juni 2026 - 15:55 WITA

Kasus Ambulans CSR Naik Tahap Penyidikan, Aliansi MUAK Tantang Penyidik, Beranikah Sentuh Aktor Utamanya

19 Juni 2026 - 11:39 WITA

Soal Dua Orang Guru Mengaji Pemda Klaim Tidak Hilangkan Nama Penerima Tapi Klaim Nomor Rekening Tidak Aktif Pemda Harus Ralat

18 Juni 2026 - 04:27 WITA

Trending di BERITA