Menu

Mode Gelap
Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina Pemeriksaan Saksi Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Belum Rampung, Jaksa Sebut Sudah 40 Orang Yang Diperiksa

BERITA

PT Vale Kampanyekan Gerakan Dini Cinta Organik pada Siswa


					PT Vale Kampanyekan Gerakan Dini Cinta Organik pada Siswa Perbesar

OKSon, Luwu Timur -PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) mengkampanyekan Gerakan Dini Cinta Organik (GDCO) kepada para siswa SD dan SMP di empat kecamatan wilayah pemberdayaan yakni Malili, Wasuponda, Towuti dan Nuha.

Kegiatan Kampanye Gerakan Dini Cinta Organik dilaksanakan mulai 26 hingga 29 September 2022.
Melalui kegiatan kampanye tersebut, para siswa dan juga guru diberikan pemahaman tentang budidaya pertanian dengan metode organik. Salah satu ciri metode budidaya tanaman organik, disampaikan Koko selaku konsultan program PSRLB dari PT Vale yaitu menggunakan pupuk organik (kompos), pestisida nabati, mikroorganisme lokal (MOL), dan memperhatikan pengelolaan agroekosistem yang holistik.

Dalam kegiatan yang berlangsung di SMP Islam Wasuponda, Senior Koordinator Program Pemberdayaan Masyarakat PT Vale, Iskandar Ismail mengatakan, sistem pertanian organik sangat baik untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, selain itu dari sisi kesehatan juga sangat baik.

“Bahan kimia sintetis dalam pertanian, jika digunakan dengan jangka waktu yang lama dapat menyebabkan berbagai kerusakan seperti tercemarnya lingkungan yang dapat merusak ekosistem misalnya pencemaran air, udara, degradasi lahan, bahkan memusnahkan makhluk hidup lainnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Iskandar, hasil pertanian yang menggunakan input bahan kimia sintetis beresiko lebih besar bagi kesehatan manusia.

“Maka perlu adanya pengetahuan mengenai pertanian organik sejak dini, sehingga dapat berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan alam dan pertanian berkelanjutan,” tambahnya.

Dia menuturkan, tujuan kampanye Gerakan Dini Cinta Organik dilakukan di sekolah diharapkan mampu membentuk karakter siswa agar mampu menjaga lingkungan alam dan sekitarnya, yang dimulai dari lingkungan sekolah.

Hal tersebut juga diharapkan dapat diterapkan di rumah mereka masing-masing dan juga di masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan sinergi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur dan seluruh perangkat Sekolah terkait. Semoga kedepan ada peluang meningkat kekurikulum muatan lokal misalnya. Sekolah juga akan punya nilai plus yakni dalam mempersiapkan Sekolah Adiwiyata (berwawasan lingkungan) ,”pungkasnya.

Sementara itu Haeriah, salah satu guru di SD Sinongko Wasuponda, mengaku bersyukur karena siswanya mendapatkan pemahaman mengenai organik.

“Kami akan berupaya untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah diajarkan pemateri dalam Gerakan Dini Cinta Organik di sekolah kami. Salah satunya dengan memilah sampah organik dan non organik,” ungkapnya.

Gerakan Dini Cinta Organik berfokus pada kegiatan bertani organik seperti sayuran dan tanaman berkhasiat obat di Halaman sekolah dengan memanfaatkan sampah organik yang tersedia di Sekolah sebagai sumber nutrisi bagi tanaman.

(OKSonSuwarni /Vale)

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA