Menu

Mode Gelap
LSM Lira Siap Dampingi Petani Laoli Menolak Penggusuran,Pertanyakan Asal Uang Konsinyasi Peringatan 30 Tahun Kudatuli , DPC PDIP Soroti Konflik Agraria Di Luwu Timur Hasil RDP Komisi Tiga DPRD Luwu Timur, Operasional PT.Tizar Menimbulkan Banyak Masalah, Minta Menteri Tinjau Ulang IUPnya Bertumbuh dengan Tanggung Jawab, PT Vale Perkuat Hilirisasi dan Keberlanjutan di Morowali Warga Gotong Royong Bersihkan Aset Pemda Di Towuti. Aliansi MUAK Tegaskan RS Towuti Masuk KP 1 Bupati Wajar Ditagih Keseriusannya LBH Makassar Konfirmasi Ke Komnas HAM Terkait Rencana Pemda Lutim Menggusur Petani Di Laoli

BERITA

Polres Lutim Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Pengamanan Pemilu 2024


					Polres Lutim Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Pengamanan Pemilu 2024 Perbesar

OKSON, Luwu Timur,- Polres Luwu Timur melakukan Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2023-2024 dalam rangka Pengamanan Pemilu 2024 ,Selasa (17/10/2023). Di Lapangan Merdeka Puncak Indah Malili.

Gelar Pasukan ini bertujuan untuk kesiapan personil keamanan, menciptakan keamanan, kelancaran dan ketertiban pada setiap tahapan serentak Pemilu Tahun 2024.

Apel Gelar Pasukan ini melibatkan unsur TNI AD, Personil Polres Luwu Timur, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam. kebakaran, BPBD Lutim, Tenaga Kesehatan Luwu Timur dan Senkom. Dipimpin langsung Kapolres Luwu Timur, AKBP Silverstar Simamora.

Diatas panggung hadir juga, Wakil Bupati Luwu Timur, Akbar Andi Leluasa, Wakil Ketua II DPRD Lutim, H. Usman Sadik, utusan Pengadilan Negeri Malili, Utusan Kejari Lutim, Komisioner KPU, Komisioner Bawaslu, dan para pengurus Partai Politik peserta Pemilu.

Usai melakukan Pemeriksaan Pasukan dan penyematan vita pada Peserta Apel, Kapolres Lutim mengatakan, Pemilu 2024 nanti adalah Pemilu terbesar di Indonesia dan paling tinggi resiko gangguan Keamanannya.

” Operasi Mantap Brata pengamanan Pemilu 2024 ini akan berlangsung selama 222 hari, terhitung17 Oktober 2023.” Kata Kapolres.

Untuk itu seluruh pasukan dan sarana prasarana pengamanan Pemilu harus siap sehingga tidak menjadi hambatan dalam bertindak.

Jika terjadi bencana alam, seluruh pasukan diarahkan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat. Sehingga penanganan yang diberikan tetap terukur.

Demikian juga dengan potensi gangguan keamanan, disampaikan ditangani cepat sebelum menjadi konflik. Koordinasi antara pemangku kepentingan harus tetap dilakukan terutama KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara Pemilu.

( SON/***)

 

 

 

Baca Lainnya

LSM Lira Siap Dampingi Petani Laoli Menolak Penggusuran,Pertanyakan Asal Uang Konsinyasi

28 Juli 2026 - 16:01 WITA

Peringatan 30 Tahun Kudatuli , DPC PDIP Soroti Konflik Agraria Di Luwu Timur

27 Juli 2026 - 09:45 WITA

Hasil RDP Komisi Tiga DPRD Luwu Timur, Operasional PT.Tizar Menimbulkan Banyak Masalah, Minta Menteri Tinjau Ulang IUPnya

27 Juli 2026 - 07:02 WITA

Trending di BERITA