Menu

Mode Gelap
Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat Singgah di Nursery PT Vale, Ridwan Andi Wittiri Salut Dengan Kesiapan Program Pasca Tambang PT Vale Cegah Banjir Meluap Di Jalan Raya, PT PUL Benahi Drainase di Salu Ciu Enviro Academy Cara PT Vale menumbuhkan Kesadaran Menjaga Alam Untuk Usia Dini

BERITA

Pansus RPJMD Kuliti Lagi Program Ibas – Puspa Karena Tak Serius Cegah Narkoba Di Lutim


					Pansus RPJMD Kuliti Lagi Program Ibas – Puspa Karena Tak Serius Cegah Narkoba Di Lutim Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,- Satu lagi program Ibas – Puspa di Kesbangpol di kuliti anggota Pansus RPJMD. Yaitu mewujudkan fasilitasi rehabilitasi narkoba dan penurunan tingkat penyakit masyarakat.

Dalam pembahsannya Pansus menilai tidak ada keseriusan Pemda dalam aksi pencegahan narkoba. Hal ini bisa dilihat dari anggaran yang di sediakan untuk pencegahan narkoba berkisar 100 jutaan pertahun. Dan programnya tidak menyetuh pada tindakan pencegahan secara Progresif revolusioner.

” Menurut saya sangat kecil itu anggaran pencegahan narkobanya jika berkisar 100 jutaan. Saya sarankan ditambah anggarannya itu. Kemudian kegiatannya pencegahannya jangan sosialisasi dan himbauan melulu. Tidak mempan itu. Narkoba sekarang peredarannya makin canggih, mestinya Kesbangpol sudah bisa membuat tindakan pencegahannya berdasarkan data kasus narkoba yang ia punya. Dari data itulah kegiatan pencegahan yang dibuat harus progresif revolusioner.” Ungkap Mahading legeslator PDIP Senin (17/06/2025).

Prima Eyza Purnama juga Anggota Pansus dari PKS Luwu Timur, mengakui selain anggaran pencegahannya kecil, program pencegahan yang dibuat Kesbangpol dinilai belum pas untuk menekan peredaran narkoba di Luwu Timur.

” Programnya jangan sosialisasi saja dan tes urine untuk pejabat. Tapi buat kegiatannya juga menyentuh ke level pelajar dan seluruh desa di Luwu Timur. Atau bisa juga buat razia narkoba secara masif. Kita berharap dengan kegiatan yang didukung anggaran pencegahan narkoba yang besar bisa meminimalisir peredaran narkoba di Luwu Timur. ” Ungkapnya.

Sarkawi A Hamid, menyebutkan jika tidak salah di 2024 kasus narkoba di Lutim sekitar 150 kasus, dan sekarang Mei 2025 sudah ada 50 kasus narkoba, artinya Luwu Timur ini sudah menjadi pasar narkoba di Sulsel.

Kita tentu tidak ingin generasi muda Luwu Timur rusak akibat narkoba, saat ini Pansus RPJMD sangat peduli dengan program Ibas – Puspa terkait pencegahan narkoba ini. Saran kami di pembahasan RPJMD ini anggarannya harus ditambah sampai 2029 nanti.

” Tidak boleh kita membuat program pencegahan narkoba ini setengah hati, harus serius. Yang jelas untuk item pencegahan narkoba programnya harus jelas dan anggarannya harus lebih besar.

Sekretaris Kesbangpol, Alfian Bakran mengatakan, anggaran yang disediakan untuk pencegahan narkoba sekitar 100 juta lebih pertahun, bentuk kegiatannya memfasilitasi saja.

” Kesbangpol dalam hal ini kegiatannya sebatas memfasilitasi saja, misal kita ingin sosialisasi narkoba kita fasilitasi, kegiatannya dilakukan oleh BNN, Kasat Narkoba dan pihak – pihak terkait.
Selain itu kegiatan lainnya pengadaan alat tes urine dan melakukan tes urine pada pejabat dan ASN. ” Ungkapnya.

Cara pencegahan seperti inilah yang dianggap perlu dirubah karena sudah setiap tahun dilalukan tapi tidak berdampak positif. Yang ada kasus narkoba di Lutim makin meningkat. Narkoba saat ini sudah masuk ke desa – desa. Di seberang danau Towuti, beberapa kasus narkoba yang berhasil ditangani Polres Lutim, Narkoba dijadikan obat kuat untuk bekerja di kebun merica.

Pantauan disetiap pembahasan RPJMD, sebuah kesyukuran bagi Luwu Timur masih memiliki anggota dewan seperti Mahading, Sarkawi, Muhammad Nur, dan Prima Eyza Purnama, mereka ini sangat kritis menguliti satu persatu program Ibas – Puspa yang akan dituangkan dalam RPJMD. Dan mereka juga punya solusi untuk memperbaiki dan menajamkan program Ibas – Puspa yang sangat banyak kelemahannya sehingga program tersebut punya manfaat buat masyarakat sampai 2029 nanti. ( son/***)

 

 

Baca Lainnya

Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale

26 Juni 2026 - 13:37 WITA

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 07:03 WITA

Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat

24 Juni 2026 - 06:56 WITA

Trending di BERITA