Menu

Mode Gelap
Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina Pemeriksaan Saksi Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Belum Rampung, Jaksa Sebut Sudah 40 Orang Yang Diperiksa Irwan Bantah Akui Lahan Petani Di Laoli Milik Pemda Lutim. Berhentilah Sebar Berita Bohong HMI Cabang Luwu Utara Kritik Pendekatan Represif dalam Pengosongan Lahan Laoli Hari Kedua Penggusuran, Pendamping Hukum Petani Laoli Diduga Dikeroyok. Direktur LBH Makassar Meluncur Ke Lutim

BERITA

Malili Legend Vs Jurnalis Fc, Bupati Sebut Mengenang Masa Lalu Merajut Masa Depan


					Malili Legend Vs Jurnalis Fc, Bupati Sebut Mengenang Masa Lalu Merajut Masa Depan Perbesar

OKSon, Luwu Timur, – Pertandingan antara Kesebelasan Malili Legend kontra Jurnalis Fc, di Lapangan Merdeka, Malili, Minggu sore (18/06/2023) sejatinya pertandingan menghidupkan spirit untuk meramaikan fasilitas olahraga dengan kegiatan olah raga.

Pertandingan ini dimenangkan Malili Legend dengan skor 3-2. Membuktikan pemain sepak bola Legend Malili masih punya napas kuat 2 x 45 menit merumput di lapangan Hijau.

Bupati Luwu Timur, Budiman, yang masuk dalam skuad Malili Legend mengatakan pertandingan ini merupakan ajang silaturahmi untuk menguatkan kebersamaan di Luwu Timur.

Budiman menyebut, bukan soal siapa menang dan kalah, lebih dari itu pertandingan ini untuk memperlihatkan pada generasi muda Luwu Timur. Betapa yang tua masih punya nafas dilapangan, masih bisa memperagakan
tiki-taka yang apik.

” Masa yang tua punya semagat yang tinggi untuk berolahraga, yang muda tinggal melempem, mestinya generasi muda harus bisa lebih dari itu, manfaatkan fasilitas olahraga yang ada. Untuk lapangan sepak bola hampir setiap desa ada lapangan bola, silahkan mengasah bakat dilapangan yang sudah ada. Jangan biarkan lapangan sepak bola jadi tempat berkumpulnya sapi. ” Ungkap Budiman.

Dulu, ketika kami masih muda, tidak ada lapangan bola di Malili ini sepi. Jam dua menjelang sore sudah penuh lapangan dengan pemain bola.

Animo untuk menjadi pemain sepak bola terkenal waktu itu sangat tinggi. Meski hanya latihan biasa, diluar lapangan penonton juga banyak menyaksikan kita latihan. Begitu hidupnya sepak bola waktu itu. ” Kenang Budiman.

Belum lagi jika kita bertanding dengan kesebelasan dari luar daerah, antusiasnya warga Malili itu sangat luar biasa.

Budiman mengharapkan, generasi muda Lutim saat ini bisa bangkit, jangan jadi generasi yang malas bergerak, apalagi sepak bola saat ini sudah menjadi industri. Itu artinya terbuka peluang untuk menjadi yang terbaik, bisa dikontrak oleh club – club sepak bola nasional. Bahkan jika punya skil yang bagus bisa mengisi skuad timnas Garuda.

” Semoga pertandingan persahabatan seperti ini terus berlanjut, Insa Allah ini akan menjadi kebaikan bagi kita semua untuk terus berkolaborasi membangun Luwu Timur. ” Tutup Budiman. ( OKSon/***)

 

 

 

 

Baca Lainnya

Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP

7 Agustus 2026 - 10:57 WITA

SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina

5 Agustus 2026 - 03:26 WITA

Pemeriksaan Saksi Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Belum Rampung, Jaksa Sebut Sudah 40 Orang Yang Diperiksa

3 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di BERITA