OKSON, LUWU TIMUR,- Kegiatan halal bihalal Himpunan Pengusaha Sorowako (HIPSO) digelar pada Rabu, 22 April 2026 di Heal Cafe, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Acara ini dihadiri sekitar 60 peserta yang terdiri dari anggota HIPSO serta berbagai asosiasi pengusaha di Luwu Timur seperti Hipakat, Aspena, Aspeti, KUAT, Hipwas, dan lainnya. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat pasca Hari Raya Idulfitri dan menjadi ajang mempererat hubungan antar pelaku usaha. Rangkaian acara meliputi sambutan dari sejumlah tokoh serta diskusi antar asosiasi. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung dinamis.
Momentum halal bihalal ini dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus forum bertukar pikiran antar pengusaha. Para peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal di tengah persaingan yang semakin terbuka. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antar asosiasi. Diskusi yang berlangsung memberikan ruang bagi berbagai perspektif dan pengalaman. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi pengusaha lokal di Luwu Timur.
Penasihat HIPSO, Andi Hikmat, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi persaingan usaha dari luar daerah. Ia menyebut bahwa silaturahmi seperti ini menjadi fondasi dalam membangun kekuatan kolektif pengusaha. Selain itu, ia juga mendorong agar asosiasi saling memberikan motivasi dan dukungan. Menurutnya, peluang ke depan masih terbuka luas jika pengusaha mampu bersatu. Ia menekankan pentingnya kesiapan dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Andi Hikmat juga menyoroti sejumlah peluang strategis yang dapat dimanfaatkan pengusaha lokal. Di antaranya adalah proyek Matano Belt Road yaitu pembangunan jalur melintas Danau Matano. Selain itu, keberadaan proyek IHIP dinilai membuka ruang usaha baru. Ia berharap pengusaha lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan tersebut. Dengan kesiapan dan kolaborasi, peluang tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Penasihat HIPSO lainnya, Anhar Sirabunna, menyampaikan bahwa HIPSO telah eksis selama 24 tahun dan terus berkembang. Ia menilai organisasi ini mampu bertahan melalui proses regenerasi yang berjalan. Sejumlah tokoh pengusaha seperti Umar Ranggo, Masud Magani, Andi Dudding, Andi Baso Makmur, dan dirinya sendiri menjadi bagian dari perjalanan organisasi. Ia menekankan pentingnya saling melengkapi antar anggota. Kolaborasi dinilai sebagai kunci dalam menjaga keberlanjutan organisasi.
Anhar Sirabunna juga menegaskan bahwa kerja sama dengan asosiasi lain perlu terus diperkuat. Menurutnya, persatuan akan memberikan kekuatan besar bagi pengusaha lokal. Ia optimistis bahwa dengan kebersamaan, HIPSO dan asosiasi lain dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Luwu Timur. Ia juga menekankan bahwa tujuan utama organisasi adalah kemaslahatan umat. Oleh karena itu, sinergi harus terus dijaga dan ditingkatkan.
Tokoh masyarakat Towuti, Usman Sadik, menilai kegiatan halal bihalal ini sebagai langkah maju dalam membangun silaturahmi antar pengusaha. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha dengan pemerintah daerah dan DPRD. Menurutnya, kesejahteraan pengusaha lokal akan berdampak pada perputaran ekonomi daerah. Ia juga mendorong komunikasi dengan Bupati serta PT Vale untuk membuka akses terhadap peluang untuk meningkatkan peran pengusaha lokal.
Usman Sadik juga menyoroti bahwa banyak transaksi ekonomi masih terjadi di luar Luwu Timur. Kondisi ini menyebabkan potensi ekonomi daerah belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menilai pengusaha lokal harus mengambil peran lebih besar dalam rantai ekonomi tersebut. Selain itu, peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal juga menjadi hal penting. Dengan perputaran ekonomi yang lebih kuat, kesejahteraan masyarakat diharapkan meningkat.
Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, menekankan pentingnya komunikasi antara asosiasi pengusaha dengan pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa Luwu Timur merupakan bagian dari kawasan Proyek Strategis Nasional yang memiliki peluang besar. Pemerintah daerah saat ini juga tengah merancang Ranperda terkait perlindungan tenaga kerja dan pengusaha lokal. Ia berharap regulasi ini dapat memberikan perlindungan yang lebih baik. Selain itu, ia juga mendorong keterlibatan generasi muda dan mengingat pentingnya menghilangkan egosentris antar pengusaha.
Ketua HIPSO, Iwan Usman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan kehadiran para pengusaha. Ia menilai HIPSO telah melalui perjalanan panjang dengan berbagai dinamika selama lebih dari dua dekade. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan komunikasi dengan pemerintah daerah serta perhatian terhadap hubungan dengan PT Vale.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi antar asosiasi yang berlangsung aktif dan dinamis. Secara keseluruhan, kegiatan halal bihalal HIPSO ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan dan sinergi antar pengusaha di Luwu Timur. Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan langkah bersama menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ekonomi ke depan. Dengan kolaborasi yang semakin solid antara pengusaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan pengusaha lokal mampu meningkatkan daya saing serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (oks/***)







