Menu

Mode Gelap
Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina Pemeriksaan Saksi Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Belum Rampung, Jaksa Sebut Sudah 40 Orang Yang Diperiksa

BERITA

Asisten Administrasi Umum Buka Monev TPGD Kabupaten Luwu Timur


					Asisten Administrasi Umum Buka Monev TPGD Kabupaten Luwu Timur Perbesar

OKSon, Luwu Timur – Asisten Administrasi Umum, Ir. Nursih Haerani mewakili Bupati Luwu Timur membuka kegiatan pertemuan Monitoring dab Evaluasi (Monev) Tenaga Pendamping Gizi Desa (TPGD) tingkat Kabupaten Luwu Timur yang berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Lutim, Kamis (04/08/2022). 

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel, Andi Nurseha, S.Km. M. Kes, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Lutim, Nelly Muallim, Pengurus TP PKK Lutim, perwakilan Camat Lokus TPGD, Kepala Puskesmas lokus TPGD, perwakilan desa lokus TPGD, Tim Aksi Stop Stunting Provinsi Sulsel.

Dalam sambutannya, Nursih Haerani mengatakan, Luwu Timur itu 19,9% tingkat prevalensi stunting dibandingkan dengan provinsi Sulawesi Selatan kita termasuk lebih rendah.

“Alhamdulillah, kita juga termasuk 3 terendah di Sulsel. Ini merupakan pencapaian yang cukup baik. Tetapi ini tetap menjadi pekerjaan kita, karena kita berharap stunting itu nol (zero stunting) di Kabupaten Luwu Timur bahkan di nasional,” ucap Nursih.

Ia melanjutkan, sudah banyak tim yang mendukung program stunting ini. Usia di Dinas P2KB, kemudian ada Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari PKK dan PLKB. Dan sekarang ini, ada Tim Pendamping Gizi Desa.

“Terima kasih kepada adek-adek pendamping yang sudah melaksanakan tugasnya di Kabupaten Luwu Timur sehingga tujuan kita untuk menurunkan angka stunting, Insha Allah akan mendapatkan hasil yang lebih baik dari waktu ke waktu. Mari bekerjasama dalam mendukung kegiatan percepatan penurunan dan penanggulangan stunting demi terwujudnya zero stunting di Luwu Timur,” tutup Asisten Administrasi Umum.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel, Andi Nurseha mengungkapkan, untuk tahun 2022 ini, bapak Gubernur sangat komitmen untuk bagaimana Sulawesi Selatan bisa menurunkan prevalensi stunting, karena Sulsel sekarang 27,4%. Sementara Luwu Timur sendiri terendah ketiga dari 24 kabupaten/kota yakni 19,9% untuk Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

“Meskipun 19,9%, namun target 2024 itu adalah 14%. Dan jika Luwu Timur bisa lebih rendah dari itu, Alhamdulillah, kami akan sangat bangga, karena saya dengar juga dari teman-teman Dinas Kesehatan bahwa bapak Bupati dan ibu sangat luar biasa komitmennya untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Luwu Timur,” bebernya.

Diakhir acara, dilakukan penyerahan Laporan Hasil Pendataan Bulan Mei Tahun 2022 dari Pendamping ke Kabupaten dan Provinsi dan Penyerahan Paket Intervensi Gizi tahap 2 dari provinsi ke Kabupaten Luwu Timur. (OKSon- ikp/kominfo-sp)

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA