Menu

Mode Gelap
Kawal Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR, Aliansi MUAK Datangi Kejati Sulsel Mahasiswa KKN UNHAS Kembangkan Alat Pengering Gabah Untuk Petani di Wasuponda Kemungkinan Besar Penetapan Tersangka Kasus Ambulans dan Seragam Sekolah Bersamaan Jalani Rawat Inap, Korban Pemukulan Pak Lurah Tomoni Akan Memberikan Keterangan Polisi Di RSUD I lagaligo Wotu Aniaya Warga Sampai Luka, Lurah Tomoni Jalani Proses Hukum Di Polsek Mangkutana Gacornya Pendapat Akhir Fraksi PDIP Berani Singgung Ambulans CSR dan Program Pandu Juara

BERITA

Lawape 2 Di Keruk, Distribusi Air Terhenti Sementara


					Lawape 2 Di Keruk, Distribusi Air Terhenti Sementara Perbesar

OKSon, Luwu Timur – Pengerukan material lumpur dan batu di Intake Lawape 2 milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum Waemami Rabu (22/ 06/2022 ) siang tadi dimulai.

Satu unit alat berat dikerahkan Perumdam Waemami untuk mengangkat semua material yang sudah bertahun -tahun mengendap di intake Lawape 2.

Material yang sudah mengendap ini berupa bebatuan, kayu yang sudah bercampur dengan lumpur.

” Kami berupaya semaksimal mungkin tiga hari rampung, jika kondisi cuaca mendukung. Sebab material yang mengendap ini sangat tebal sekitar 2 meter. ” Ungkap Sunandar Latif, Humas Perumdam Waemami.

 

Menurut Sunandar, pengerukan material di intake Lawape 2 ini penting agar distribusi air kepelanggan lancar dan tidak keruh .

Lanjut Sunandar, tentunya dari kegiatan pembersihan ini akan berdampak terhentinya untuk sementara pendistribusian air ke pelanggan yang berada di Lorong 4, 5,6,dan 7 yang berada di Desa Puncak Indah Malili.

Penghentian ini harus dilakukan karena aktivitas pengerukan ini sudah pasti membuat air keruh . Dan tidak mungkin air keruh ini didistribusi ke pelanggan.


” Kami memohon maaf atas ketidak nyamanan ini , karena pembersihan intake Lawape 2 ini juga penting guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Namun begitu pada malam hari ketika alat berat tidak bekerja, dimungkinkan pendistribusian air akan dilakukan sampai pukul 7. 00 Wita pagi. kembali ditutup ketika kegiatan pembersihan dimulai lagi ” Tutup Sunandar.

(OKSon/***)

 

 

Baca Lainnya

Kawal Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR, Aliansi MUAK Datangi Kejati Sulsel

16 Juli 2026 - 07:55 WITA

Mahasiswa KKN UNHAS Kembangkan Alat Pengering Gabah Untuk Petani di Wasuponda

16 Juli 2026 - 07:40 WITA

Kemungkinan Besar Penetapan Tersangka Kasus Ambulans dan Seragam Sekolah Bersamaan

16 Juli 2026 - 06:10 WITA

Trending di BERITA