Menu ✖

Otomatis
Breaking News

BERITA

Mahasiswa KKN UNHAS Kembangkan Alat Pengering Gabah Untuk Petani di Wasuponda

Mahasiswa KKN UNHAS Kembangkan Alat Pengering Gabah Untuk Petani di Wasuponda Perbesar

Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang ke-116 memilih Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, sebagai basis pengabdian mereka. Beragam program kreatif telah disusun untuk menyasar persoalan di sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung ekonomi mayoritas penduduk setempat. Muh. Al Faris Ramadhan, selaku Koordinator Desa, mengungkapkan bahwa seluruh agenda kegiatan disusun berdasarkan hasil musyawarah langsung dengan komunitas petani dan pekebun di wilayah tersebut. Hal ini disampaikannya pada Kamis, 16 Juli 2026.

Salah satu terobosan yang diunggulkan adalah pengenalan pupuk hayati cair berbasis Photosynthetic Bacteria (PSB). Inovasi ini memanfaatkan bakteri autotrof yang mampu mengonversi bahan organik menjadi nutrisi siap serap bagi tanaman dengan bantuan cahaya matahari. Seluruh bahan baku pembuatannya tergolong murah dan mudah dijangkau di lingkungan sekitar. Keluhan utama yang selama ini menghantui para petani adalah tingginya harga pupuk kimia yang terus meningkat serta kelangkaan pasokan yang kerap terjadi.

Kondisi tanah di Wasuponda yang sebagian besar telah kehilangan unsur hara juga menjadi keprihatinan tersendiri. Faris menjelaskan bahwa kehadiran PSB diharapkan menjadi jawaban atas problematika tersebut sekaligus solusi ekonomis yang ramah di kantong. Ia menilai potensi agraris Wasuponda sangat besar, namun persoalan pupuk selalu menjadi ganjalan utama. Melalui pupuk PSB yang murah dan efisien ini, ia berharap para petani dapat meningkatkan produktivitas hasil panen dan perkebunan mereka.

Selain pupuk PSB, para mahasiswa juga memperkenalkan Briket Bio Arang, sebuah produk energi alternatif berbahan dasar limbah sekam padi yang ramah lingkungan. Mereka turut merancang Pencetak Briket Manual untuk mendukung pengembangan usaha briket skala rumah tangga. Secara keseluruhan, terdapat tujuh program kerja yang akan direalisasikan di Desa Wasuponda. Dalam bidang pengelolaan desa, Muthia Deta bertanggung jawab menyusun masterplan yang memetakan potensi dan tata ruang demi pembangunan berkelanjutan.

Bernice Bara’ L mengemban tugas mengimplementasikan Kas Digital Bank Sampah, sebuah aplikasi pencatatan waktu nyata yang dirancang untuk menjamin transparansi dan akurasi pengelolaan keuangan. Pada aspek peningkatan kapasitas masyarakat, Hasriyanti mengelola program Briket Bioarang dengan mengubah sekam padi menjadi sumber energi terbarukan. Muh. Rajwa Aunur Risqan berkontribusi menciptakan alat Pencetak Briket Manual yang praktis untuk kebutuhan industri rumahan, sementara Asri Natalia memimpin kegiatan edukasi dan praktik pembuatan Pupuk PSB guna memulihkan kesuburan tanah.

Untuk mendukung sarana pascapanen, tim kelompok mengembangkan Alat Pengering Gabah dengan sistem blower udara panas. Mesin ini memungkinkan proses pengeringan berjalan tanpa terikat kondisi cuaca. Muh Al Faris R. juga menciptakan Detektor Suhu dan Kelembapan Gabah, sebuah instrumen portabel berbasis Arduino Uno rakitan yang mampu memantau kondisi gabah secara akurat. Faris menambahkan bahwa masukan konstruktif dari warga sangat dinantikan agar setiap program berjalan mulus dan tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa sinergi dan dukungan semua elemen merupakan kunci untuk mewujudkan dampak positif yang langgeng, suasana yang kondusif, serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

26 Sep 2026 - 07:50 WITA

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

25 Sep 2026 - 01:48 WITA

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya

24 Sep 2026 - 11:57 WITA

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya
Trending di BERITA