OKSON, LUWU TIMUR,- Program Cetak Sawah 2025 di Mahalona Raya Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Tidak Tuntas, warga keberatan karena lahan mereka yang sudah di land clearing tidak dilanjutkan dengan pembentukan lahan sawah.
” Apanya mau ditanam ini pak, sawahnya belum terbentuk, pematang belum ada, tonggak kayu masih berserakan, jalan air juga tidak ada. Banyak juga pepohonan hidup ditengahnya ” Ungkap Maskur salah seorang pemilik lahan di Desa Tole. ” Jumat ( 22/05/2026).
Kondisi ini sudah disampaikan kepada Dinas Pertanian Luwu Timur, tapi mereka beralasan tidak bisa berbuat banyak karena itu bukan kewenangan daerah.
Maskur mengaku lahannya masuk dalam program cetak sawah 2025. Dan menyayangkan proses cetak sawah tersebut tidak sesuai harapannya.
Lanjut dijelaskannya dari semua lahan cetak sawah tersebut memang sudah ada yang berbentuk sawah, tapi lebih banyak yang belum bisa ditanami. Bahkan jalan tani yang awalnya bisa dilewati dengan lancar sekarang sudah sulit dilalui ,rusak parah setelah dilalui alat berat dan tidak diperbaiki.
” Sekarang di lahan sana tidak ada lagi aktivitas cetak sawah. Olehnya itu saya bersama kawan – kawan dalam waktu dekat ini akan mengirim surat protes menolak hasil percetakan sawah yang tidak tuntas itu. ” Kata Maskur.
Selain Maskur, Amrullah salah seorang Kepala Dusun setenpat juga kecewa, karena lahan cetak sawah masih terlihat hutan namun sudah di klaim sawah jadi.
Raksan kabid Prasarana dan sarana dinas Pertanian Luwu Timur dikonfirmasi mengatakan, kabupaten Luwu Timur pada 2025 mendapat program cetak sawah seluas 518 Hektar. Dari jumlah tersebut sekitar 300 Hektar sudah terealisasi.
” Sisanya itu berdasarkan hasil konfirmasinya ke Balai Lahan Irigasi Pertanian yang tersisa itu tetap akan dilanjutkan pekerjaannya. ” Jelas Raksan. Sedangkan untuk 2026 saat ini Dinas Pertanian Luwu Timur baru mau mengusulkan lagi sekitar 200 Hektar. ” Tutup Raksan. ( oks/***)






