OKSON, LUWU TIMUR,- Pengadaan mobil ambulan desa untuk 24 desa diwilayah pemberdayaan PT Vale di Luwu Timur belum juga terealisasi.
Sejumlah kepala desa sudah mulai gerah soalnya uangnya sudah lama di transfer ke Pendor yang bertanggung jawab dalam pengadaan mobil ambulans tersebut tapi unitnya belum juga sampai.
Informasi yang berhasil dihimpun, pengadaan mobil ambulans ini menggunakan dana CSR PT Vale tahun 2025. Harga setiap unitnya Rp 285 Juta. Totalnya Rp 6,8 Miliar.
Pihak ketiga yang mendapat pengadaan mobil ini adalah PT. Malili Suplai Utama diduga Perusahaan milik Erwin R Sandi. Orang dekat Bupati Luwu Timur.
Berdasarkan hasil penelusuran PT Malili Suplai Utama sudah menerima uang pengadaan ambulans per Januari 2026. Dan sesuai kontrak, unit sudah ada paling lambat April 2026. Bahkan telah dijanjikan sebelumnya, akan dibagikan saat safari Ramadan berlangsung pada bulan Maret.
Parahnya, unit ambulans untuk mendukung program garda sehat Pemda Lutim ini kabarnya akan dilaunching secara simbolis di HUT Lutim yang ke 23 Tahun. Namun unitnya tidak ada.
Hingga 2 Mei 2026, mobil ambulans belum ada. Erwin R Sandi juga tak bisa dihubungi. Nomor telepon dan WhatsAppnya tidak aktif. Teman dekatnya pun mengaku tak bisa menghubunginya.
“Tidak pernah aktif nomornya. Sudah lumayan lama. Kami juga hubungi terus, tapi tidak pernah terhubung,” kata salah seorang rekan Erwin R Sandi yang minta namanya tidak disebutkan saat ditemui, Jum’at, 1 Mei 2026.
Yang paling di soal dalam hal ini adalah peruntukan dana CSR nya, hanya untuk satu bidang saja.Yaitu hanya untuk membeli ambulans saja.
Sekitar setahun yang lalu anggota DPRD Luwu Timur juga sudah mendapat sosialisasi di PT Vale terkait CSRĀ tidak bisa dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk program. Uang cair berdasarkan program yang di usulkan.
Pengadaan ambulans ini diperuntukkan untuk 24 desa yang tersebar di empat Kecamatan (Malili, Wasuponda, Towuti, dan Nuha).
“Kami memang dikumpul waktu itu (Januari). Kami sepakat. Kita pahami sajalah. Kita ini hanya kepala desa,” kata Kades yang minta namanya dirahasiakan.
Setiap desa pemberdayaan PT Vale, mendapatkan dana CSR Rp 300 juta pertahun. Dana CSR ini diperuntukkan untuk membiayai program sosial, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan reputasi perusahaan. Fokus utamanya mencakup pendidikan, kesehatan, lingkungan (penghijauan), pemberdayaan UMKM, serta perbaikan infrastruktur umum.
Dari proposal penawaran milik Erwin R Sandi, satu unit ambulance harganya Rp 285 Juta. Tersisa, Rp 15 juta untuk menjalankan program utama yang menyentuh langsung ke masyarakat. “Uang yang dikirim ke pihak ketiga Rp 250 juta,” kata kepala desa itu.
Pihak Eksternal PT Vale Indonesia sendiri akan melakukan pengecekan. Sebab, mereka mendapatkan informasi, ada 5 unit ambulance di Kecamatan Malili. 19 unit lainnya masih di Tanggerang. (*)







