Menu

Mode Gelap
Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat Singgah di Nursery PT Vale, Ridwan Andi Wittiri Salut Dengan Kesiapan Program Pasca Tambang PT Vale Cegah Banjir Meluap Di Jalan Raya, PT PUL Benahi Drainase di Salu Ciu Enviro Academy Cara PT Vale menumbuhkan Kesadaran Menjaga Alam Untuk Usia Dini

BERITA

Perjuangan Provinsi Luwu Raya Jangan Berakhir Di Seminar Saja


					Perjuangan Provinsi Luwu Raya Jangan Berakhir Di Seminar Saja Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Aula Ratona Kantor Walikota Palopo menjadi saksi, pada hari tersebut, Selasa 20 Januari 2026, berkumpul lagi putra – putri terbaik Tana Luwu duduk bersama membicarakan nasib masa depan Tana Luwu.

Pertemuan ini mereka kemas dalam Silaturahmi Nasional Wija To Luwu II, dan Seminar Nasional untuk Memperkokoh komitmen Wija To Luwu untuk Masa Depan Luwu Raya.

Semua yang datang memikul beban perjuagan yang belum selesai, yaitu pemekaran Propinsi Luwu Raya. Semangat untuk memisahkan diri dari propinsi Sulawesi Selatan sepertinya sudah tak bisa ditawar – tawar lagi.

Di luar ruang seminar, pekik Luwu Raya jadi Propinsi selalu dikumandangkan untuk membakar semangat para punggawa Wija To Luwu agar serius memperjuangkan Propinsi Luwu Raya.

Sementraa di bahagian bawah depan pintu masuk Kantor Walikota Mahasiswa terus melakukan aksi demo agar propinsi Luwu Raya serius diperjuangkan.

Dalam aksi itu turut hadir dua tokoh pergerakan Wija To Luwu era Reformasi 98 di Sulsel yaitu Ahmad. Jais dan Mahading.

Keduanya beranggapan perjuangan propinsi Luwu Raya ini adalah harga mati. Untuk itu perjuangannya harus tuntas sampai terbentuk Provinsi Luwu Raya.

Mahading, Wija To Luwu, yang datang dari Malili Kab.Luwu Timur, dalam kesemempatan itu menyampaikan, jika bicara Luwu Raya dia adalah sejarah yang panjang. Dan peradaban yang sangat tinggi di Sulawesi Selatan. Ilagaligo itu mengalahkan Mahabarata di India.

Begitu pula Propinsi Luwu Raya ini, dari tahun dua sebelum masehi sudah digagas, kata Mahading, mengkiaskan begitu lamanya perjuangan Luwu Raya ini. Karena dari tahun ketahun di gaungkan tapi selalu kehilangan jejak.

” Dari tahun ke tahun terputar – putar begitu saja, kata sahabat saya Ashar Mustamin , kita tidak pernah mengevaluasi seluruh tahapan yang sudah kita lalui, kita selalu stagnan dari seminar ke seminar, dari demo ke demo. Seolah – olah perjuangan Propinsi Luwu Raya ini tidak ada ujungnya.

” Olehnya itu kita berharap para senior kita lebih serius memperjuangkan Pembentukan Propinsi Luwu Raya ini. ” Tutup Mahading.( oks/***)

Baca Lainnya

Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale

26 Juni 2026 - 13:37 WITA

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 07:03 WITA

Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat

24 Juni 2026 - 06:56 WITA

Trending di BERITA