Menu

Mode Gelap
Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina Pemeriksaan Saksi Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Belum Rampung, Jaksa Sebut Sudah 40 Orang Yang Diperiksa

BERITA

Aksi Perubahan “Kompos Batara Guru” Peserta PKA Angkatan V Lutim Diresmikan


					Aksi Perubahan “Kompos Batara Guru” Peserta PKA Angkatan V Lutim Diresmikan Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,- Aksi perubahan “Kompos Batara Guru” dengan tema Peduliki, Saya Jaga Ki yang diprakarsai oleh peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V Kabupaten Luwu Timur Tahun 2024 akhirnya diresmikan.

Peresmian dilakukan oleh Kepala Bagian Tata Usaha PPSDM Makassar, Dra. Widi Astuti, di halaman Kantor PPSDM Makassar, Selasa (10/09/2024), disaksikan Menteri PPSDM Regional Makassar yang diwakili oleh Andi Massalinri AP, M.Si., didampingi Ketua Panitia PKA Angkatan V Lutim, Andi Muhammad Reza.

Andi Muhammad Reza mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan program Komposting Batara Guru ini, terutama dari pihak PPSDM, Petugas Keberishan dan Seluruh Peserta PKA angkatan V.

Ia menjelaskan, Pemilihan “Program Komposting Batara Guru”, sebagai aksi perubahan peserta PKA angkatan V setidaknya didasari beberapa pertimbangan :

Pertama, “Batara Guru” bukan sekadar nama, namun diambil dari nama seorang tokoh “sejarah/Mitologi” yang ada di Kabupaten Luwu Timur yang menggambarkan kebijaksanaan dan kedewasaan dalam memanfaatkan potensi dan kearifan alam secara bijak.

“Sehingga kami menganggap bahwa nama Batara Guru untuk program komposting adalah wujud nyata dari upaya kita untuk mengelola sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat, baik bagi lingkungan maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kedua, lanjut Reza, menggarisbawahi pentingnya upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, terutama melalui komposting. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan seringkali dianggap sebagai beban lingkungan.

“Namun, dengan pendekatan yang tepat, sampah organik tersebut sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk diubah menjadi kompos, yang sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah dan peningkatan kualitas lingkungan kita,” tutur Reza.

Lebih jauh Ia menjelaskan kenapa Komposting penting, karena Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Mengurangi Dampak Lingkungan, dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

“Semoga program ini menjadi langkah awal yang kuat menuju lingkungan yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan,” jelas Andi Muhammad Reza. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA