Menu

Mode Gelap
Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP

BERITA

Dirugikan Tengkulak, Petani Luwu Timur Lapor Ke DPRD


					Dirugikan Tengkulak, Petani Luwu Timur Lapor Ke DPRD Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,- Puluhan Petani Gabah di Luwu Timur, mengadu ke DPRD Luwu Timur karena merasa dirugikan karena gabahnya dipotong pedagang Sepuluh Kilo Gram setiap karungnya.

Mereka berharap lewat Wakil mereka di DPRD Luwu Timur, ada tindakan untuk mengatasi aksi pemotongan tersebut.

” Kami merasa sangat dirugikan dengan pemotongan tersebut, kami berharap Dinas terkait bisa menindaknya.” Ujar Rahmat salah seorang petani dari Wotu. Kamis(07/01/20234).

Abdul Munir Razak, Anggota Komisi II DPRD Lutim, yang menerima aspirasi tersebut mengakui sudah menerima aspirasi warga petani tersebut.

Langkah kongkritnya, Komisi II DPRD Luwu Timur akan mengundang rapat Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan Luwu Timur terkait persoalan yang meresahkan petani di Lutim.

“Saya sudah menerima aduan ini dari petani di Kecamatan Wotu. Karenanya, Dinas Pertanian dan Perdagangan akan kami panggil untuk rapat bersama menyelesaikan masalah ini,” kata Abdul Munir Razak.

Munir menegaskan, pemotongan 10 Kg perkarung itu sangat merugikan petani, wajar jika mereka resah dan meminta persoalan ini diatasi. Bisa dibayangkaJika hasil panen dalam satu hektare kisaran 40 karung sampai 50 karung sambungnya, pedagang akan mengambil gabah petani hingga 500 kilogram per hektarnya secara cuma-cuma.

“Bagaimana petani kita mau sejahtera kalau pedagang sudah mengambil semua keuntungan petani. Kasihan petani kita. Karena potongan itu membuat petani kehilangan uang sekitar Rp 3 jutaan lebih,” ungkap Munir. (SON/***)

Baca Lainnya

Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk

14 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Trending di BERITA