Menu ✖

Otomatis
Breaking News

BERITA

Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk

Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk Perbesar

Suasana berbeda dari biasanya mewarnai kegiatan reses yang dilakukan anggota DPRD Luwu Timur, Mahading, di Kantor Desa Puncak Indah, Jumat (14/2026). Ruangan yang umumnya dipenuhi tokoh masyarakat justru dipadati puluhan ibu rumah tangga dan janda yang dengan lantang menyampaikan berbagai keluhan keseharian mereka. Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga untuk mengungkapkan kegelisahan yang selama ini terpendam, mengingat desa yang menjadi pusat ibu kota kabupaten ini justru memiliki infrastruktur publik yang memprihatinkan.

Desa Puncak Indah yang dipimpin oleh Kepala Desa Muh. Cakkir ini memiliki posisi administratif yang berbeda dengan desa lainnya di Kabupaten Luwu Timur. Meski menjadi pusat pemerintahan dengan populasi padat dari beragam etnis yang mayoritas bekerja sebagai ASN, petani, dan pengusaha, kondisi lapangan menunjukkan hal yang bertolak belakang. Jalan rusak, sanitasi buruk, serta minimnya penerangan jalan membuat kawasan ini tampak gelap dan tidak terawat, menjadi pemandangan yang kerap dijumpai warga.

Keluhan yang sudah lama mengendap akhirnya meledak dalam forum reses ini. Ani Sukria, salah satu warga, mengajukan permintaan pengaspalan jalan sepanjang sekitar 3 kilometer dari lorong 7 hingga lorong 10. Ia juga mendesak adanya pembangunan jalan tani dari lorong 10 menuju area perkebunan yang panjangnya melebihi 2 kilometer. Ani menjelaskan bahwa akses tersebut sangat penting untuk mempermudah para suami mereka menjangkau kebun kakao, kelapa sawit, dan merica, sembari berharap pemerintah segera merealisasikannya agar roda ekonomi warga tidak terus terhambat.

Aspirasi lain datang dari warga Dusun Fajar Indah yang menyoroti buruknya sistem sanitasi. Mereka mengeluhkan tidak adanya saluran got yang layak sehingga setiap hujan turun air meluap dan menyebabkan banjir. Warga menilai kondisi ini membuat lingkungan tidak sehat dan tidak nyaman, sehingga mereka meminta pembangunan drainase sepanjang sekitar 800 meter untuk dua lorong segera diperjuangkan. Selain itu, mereka juga menyoroti kondisi jalan di lorong 2 menuju lorong 3 yang dipenuhi bongkahan batu besar dan tidak rata. Warga yang kerap jatuh saat melintas mengusulkan pemasangan paving blok agar jalan lebih aman dan ramah lingkungan.

Hamilah, warga lainnya, mengangkat persoalan pemberdayaan ekonomi. Ia mempertanyakan apakah ada pokok-pokok pikiran dari anggota dewan yang dapat mengakomodir usaha ekonomi keluarga, serta ingin tahu persiapan yang diperlukan untuk mendapatkan program tersebut. Hamilah juga mengingatkan soal kepastian pemasaran hasil usaha agar program tersebut tidak berujung menjadi kegiatan musiman tanpa pasar yang jelas. Permintaan serupa disuarakan oleh Ibu Dusun Gemini yang mengusulkan pembangunan pagar di pemakaman umum lorong 6, pemasangan lampu jalan, peningkatan jalan sepanjang 1.000 meter beserta drainase, serta penambahan mebeler untuk murid SD di Mallaulu. Ia mengaku prihatin melihat anak-anak belajar berhimpitan karena keterbatasan fasilitas tempat duduk.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Mahading merespons dengan positif. Terkait pengaspalan jalan, ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Dinas PU PR, seluruh ruas jalan dari lorong 1 hingga lorong 10 akan diaspal menggunakan skema dana multiyear. Ia bahkan mengklaim perwakilan Dinas PU yang hadir saat itu telah menyatakan pekerjaan tersebut dapat dieksekusi melalui skema tersebut. Untuk pembangunan jalan tani, Mahading berjanji akan mencatat dan memperjuangkannya di DPRD. Sementara untuk usaha ekonomi rumah tangga, ia menyarankan warga menyiapkan dokumen usaha, proposal, serta berkoordinasi dengan Dinas Koperindag atau Dinas Sosial, dan ia siap mengawal pengajuan proposal tersebut jika semua persyaratan lengkap.

Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh Camat Malili, perwakilan Dinas PU, Dinas Sosial P3A, serta Kepala Desa Puncak Indah bersama perangkat dusun setempat. Kehadiran para pejabat tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi berbagai permintaan warga yang telah lama tertunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dari Pendampingan hingga Akses Pasar, PT Vale Hadirkan Produk UMKM Binaan di Kriyanusa 2026

28 Sep 2026 - 00:47 WITA

Dari Pendampingan hingga Akses Pasar, PT Vale Hadirkan Produk UMKM Binaan di Kriyanusa 2026

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

26 Sep 2026 - 07:50 WITA

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

25 Sep 2026 - 01:48 WITA

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah
Trending di BERITA