Menu

Mode Gelap
Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat Singgah di Nursery PT Vale, Ridwan Andi Wittiri Salut Dengan Kesiapan Program Pasca Tambang PT Vale Cegah Banjir Meluap Di Jalan Raya, PT PUL Benahi Drainase di Salu Ciu Enviro Academy Cara PT Vale menumbuhkan Kesadaran Menjaga Alam Untuk Usia Dini

BERITA

Dari Gerakan Pangan Murah, Bawang Merah Luwu Timur Butuh Pemasaran


					Dari Gerakan Pangan Murah, Bawang Merah Luwu Timur Butuh Pemasaran Perbesar

OKSON, Luwu Timur, – Sejumlah produk asli Luwu Timur di jual dalam Gerakan Pangan Murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di Lapangan Merdeka Malili. Senin ( 16/10/2023).

Produk asli Luwu Timur ini malah laris terjual karena hegienis dan segar tanpa menggunakan pupuk kimia.

Beberapa produk pertanian Luwu Timur yang diperjual belikan dalam Gerakan Pangan Murah tersebut adalah, Bawang Merah dan Tomat asal Desa Ledu – Ledu, Wasuponda, Aneka jenis Sayuran Hijau Organik, Sagu Kemasan dan beberapa produk herbal yang diracik di Luwu Timur.

Sejatinya dalam Gerakan Pangan Murah ini menjual berbagai kebutuhan pokok seperti, Beras, Telur Ayam, Minyak Goreng, Terigu, Gula, dan masih banyal lainnya yang harganya lebih murah dari harga dipasar.

Nursiah, Petani Bawang Merah asal Ledu – Ledu Wasuponda mengaku memiliki stok tiga ton bawang merah hasil panen yang membutuhkan pemasaran.

” Hari ini di acara Gerakan Pangan Murah Lutim ini saya bawa 200 Kilo Gram Bawang Merah, inilah cara saya untuk mencari pasar agar bawang yang sudah dipanen bisa laku terjual. ” Ungkap Nursiah.

Nursiah mengaku, di Ledu – Ledu ia sudah menanam setengah hektar bawang merah dan saat panen berhasil mendapatkan 3 Ton.

Selama dalam uji coba menanam bawang ia sudah mendapatkan pendampingan dari Tenaga Penyuluh dari Pertanian Luwu Timur.

” Salah satu yang dilarang oleh penyuluh pak, kami dilarang menggunakan Pestisida, makanya bawang merah dari Ledu – Ledu ini bebas Pestisida. ” Kata Nursiah.

Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur, Amrulah Rasyid mengatakan ia baru tahu jika di Ledu – Ledu juga ada petani bawang merah.

” Yang saya tahu selama ini baru di Desa Kawata ada Kelompok Tani Bawang Merah, karena selalu kita bina dan berikan bantuan, ternyata ada juga di Ledu – Ledu. Kalau begitu segera buatkan Kelompok Taninya, sehingga diberikan perhatian dan bantuan. Soal pemasarannya saya minta masukkan saja dengan Petani Bawang Merah di Kawata, karena Kawata sudah punya Pemasaran tersendiri. ” Ungkap Amrulah Rasyid.

Gerakan Pangan Murah ini mendapat sambutan positip dari masyarakat, mereka berdatangan ke Lokasi Gerakan Pangan Murah ini untuk berbelanja untuk kebutuhan sehari – hari. ( OKSon/***)

Baca Lainnya

Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale

26 Juni 2026 - 13:37 WITA

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 07:03 WITA

Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat

24 Juni 2026 - 06:56 WITA

Trending di BERITA