Menu

Mode Gelap
Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat Singgah di Nursery PT Vale, Ridwan Andi Wittiri Salut Dengan Kesiapan Program Pasca Tambang PT Vale Cegah Banjir Meluap Di Jalan Raya, PT PUL Benahi Drainase di Salu Ciu Enviro Academy Cara PT Vale menumbuhkan Kesadaran Menjaga Alam Untuk Usia Dini

BERITA

6 Desa Di Kecamatan Malili Minta Masuk Wilayah Pemberdayaan PT Vale. Begini Hasil Pertemuannya


					6 Desa Di Kecamatan Malili Minta Masuk Wilayah Pemberdayaan PT Vale. Begini Hasil Pertemuannya Perbesar

OKSon,Luwu Timur – Perjuangan 6 Desa di Kecamatan Malili untuk diakomodir PT Vale masuk dalam wilayah pemberdayaannya belum surut . Difasilitasi Camat Malili , Nasir Dj , Pembicaraan tentang itu kembali di gelar di BCC ,Selasa ( 22/09/2022 ) .

Pertemuan ini dihadiri langsung manajemen PT Vale . Laode Iman, Andi Nahris , Seluruh Kepala Desa dan BPD di Kecamatan Malili Hasilnya, sepakat membentuk Tim Kerja yang dikoordinir Irwan Jafar Kepala Desa Manurung .

Tugas Tim Kerja ini melakukan koordinasi dan konsulidasi ,dengan pihak-pihak khususnya terkait regulasi yang mengatur tentang wilayah pemberdayaan PT Vale .

Selanjutnya meminta petisi seluruh kepala desa dan BPD sekecamatan Malili agar memberi dukungannya  6 Desa tersebut masuk dalam wilayah Pemberdayaan PT Vale .

Adapun 6 Desa tersebut adalah, Desa Ussu, Atue, Manurung, Tarabbi,Lakawali dan Lakawali Pantai .

Camat Malili, Nasir Dj, yang dikonfirmasi menjelaskan , pihaknya mempertemukan 6 desa tersebut dengan PT Vale untuk membicarakan keinginan mereka agar masuk juga dalam wilayah pemberdayaan PT Vale . Mereka ingin diperlakukan sama dengan desa-desa yang ada di Kecamatan Wasuponda, yang semua desa masuk dalam Wilayah Pemberdayaan PT Vale .

Alasan mendasarnya, sebahagian besar warga di enam desa ini hidup dengan mencari nafkah di perairan teluk bone sebagai nelayan.  Wilayah mereka mencari nafkah mulai Muara Sungai Malili hingga seputaran Bulu Poloe dan sekitarnya. Sehingga mereka juga terdampak dari aktivitas PT Vale .

” Saya melihat semangatnya dari enam desa ini sangat tinggi, dan alasan yang mereka kemukakan sangat logis , sehigga wajar jika mereka juga meminta diakomodir masuk dalam wilayah pemberdayaan PT Vale . ” Ujar Nasir Dj.

Irwan Jafar mengatakan, perjuangan untuk diakomodir masuk dalam Wilayah Pemberdayaan PT Vale ini sudah dimulai semenjak  zaman PT Inco dulu . ” Saya melihat pertemuan kali ini mendapat respon positif dari PT Vale, untuk itu saya mengucapkan Alhamdulillah setidaknya PT Vale sudah mulai membuka diri untuk ini .” Ungkap Irwan Jafar.

Lanjut disampaikan, jika perjuangan ini membuahkan hasil, dampak yang paling dirasakan adalah akselerasi pembangunan di enam desa ini akan bergerak cepat .Karena terjadi kolaborasi antara program-program Pemberdayaan PT Vale dengan program pemerintah yang ada di desa .

Laode Iman, dalam pertemuan tersebut menyambut positif keinginan 6 Desa Di kecamatan Malili untuk diakomodir masuk dalam wilayah Pemberdayaan PT Vale . Ia juga sudah mencatat semua hasil pertemuan tersebut . Hanya saja ia tidak bisa membuat keputusan.

Untuk itu hasil pertemuan tersebut akan diteruskan ke Manajemen PT Vale, selanjutnya akan dibicarakan di Internal PT Vale . ” Saya tidak dalam kafasitas membuat keputusan, yakinlah hasil pertemuan ini akan saya sampaikan ke manajemen PT Vale untuk di bicarakan . ” Ungkapnya . ( OKSon/***)

Baca Lainnya

Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale

26 Juni 2026 - 13:37 WITA

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 07:03 WITA

Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat

24 Juni 2026 - 06:56 WITA

Trending di BERITA