OKSON, LUWU TIMUR, – Reses Perseorangan Anggota DPRD Luwu Timur, Muh. Siddiq BM yang berlangsung dikediamannya, Minggu (14/12/2025) malam, beda dengan reses – reses yang pernah ia lakukan sebelumnya.
Kali ini, warga tak hanya diberikan ruang untuk mengusulkan aspirasi untuk membangun desanya lewat dana APBD dan APBN, juga di berikan keluasan untuk mengeritik. pemerintahan Ibas – Puspa termasuk mengeritik anggota dewan termasuk dirinya sendiri sebagai wakil rakyat di DPRD Luwu Timur.
Siddiq mengatakan, ruang ini dibukanya untuk mendengar langsung peniliaan dan pendapat warga terkait kepemimpinan Ibas – Puspa dengan program – programnya, kinerjanya anggota DPRD serta usulan pembangunan apa yang sangat dibutuhkan warga saat ini.
Siddiq menjadikan forum reses tersebut sebagai wahana untuk mengetahui kegelisahan yang terjadi dimasyarakat agar kita mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi ditingkat akar rumput.
” Silahkan sampaikan apa yang menjadi usulan pembangunan, boleh juga berupa keritikan dan saran, tidak apa – apa itu. ” Ujar Siddiq.
Nurlang, warga Puncak Indah mengambil kesempatan pertama langsung menyoroti pabrik rumput laut yang tidak berfungsi di Desa Pasi – Pasi.
1. Pabrik Rumput Laut di Desa Pasi – Pasi, miliaran uang daerah yang sudah digunakan untuk membangun pabrik tersebut sampai sekarang tidak berfungsi, bisakah itu dicarikan jalannya agar itu berfungsi, terjadi perputaran ekonomi dan ada penyerapan tenaga kerja.
2. Pabrik sepatu, dulu kita punya pabrik sepatu, namanya verbek, sekarang pabrik itu tidak beroperasi lagi, nah ini perlu di hidupkan kembali usaha tetsebut agar sektor UMKM hidup lagi di Luwu Timur.
3. Jalan Negara yang menghubungkan Luwu Timur dan Sulawesi Tenggara. Bertahun – tahun itu mangkrak, baru di kerjakan sepotong dan hanya sebelah saja dibeton. Mohon upayanya pak dewan agar jalan ini bisa diselesaikan.
Hj Patimah, seorang ibu rumah tangga menyoroti aturan pemberian Beasiswa bagi Mahasasiswa Luwu Timur yang kenyataannya tidak semua mahasiswa Luwu Timur bisa mendapatkan beasiswa tersebut.
” Ternyata mahasiswa Luwu Timur yang kuliah di luar Luwu Timur tidak bisa mendapatkan program beasiswa tersebut. Kalau begini kenyataannya program beasiswa ini terkesan tidak adil . ” Ujarnya.
Kepala Dusun Desa Harapan, Rasdin, mengusulkan pembangunan draenase di samping puskesmas lampia, karena tanpa draenase daerah tersebut akan selalu terendam banjir. Pembangunan ruang guru untuk SDN 236 Laoli termasuk dan saluran pembuangan airnya.
” Untuk sementara cukup ini dulu, semoga ini bisa dikabulkan pak dewan. ” Ujar Rasdin.

Reses ini dipandu oleh dr. Nurfadillah Sinala tak lain anggota keluarga HM. Siddiq yang baru selesai kuliah di Kedokteran UGM.
Mengenai Pabrik Rumput Laut di Pasi – Pasi, Siddiq menanggapinya dia akan mendorong lagi pemerintah daerah saat ini untuk membuat pabrik tersebut berfungsi. ” Kalau yang ini saya sepakat di gratiskan saja dulu jika ada investor yang berminat. ” Ungkap Siddiq.
Mengenai jalan penghubung di Desa Pasi – Pasi, itu jalan negara, sumber dananya dari APBN. “Tetap saya tampung aspirasinya ini dan kami akan mengurusnya agar ada lagi dana APBN untuk melanjutkan pembangunannya lagi. ” Jelas Siddiq.
Soal program beasiswa, Siddiq mengaku baru mendengarnya kalau warga Luwu Timur kuliah di luar daerah tidak mendapatkan manfaat program tersebut.
” Terimakasih informasinya, saya harus cari tahu dulu bagaiamana bunyi SK Bupatinya dulu terkait program beasiswa ini. Karena meskipun programnya ini sudah berjalan tapi DPRD belum diberikan SK bupatinya.
Untuk usulan pembangunan ruang guru SDN 236 Laoli dan draenase di dekat puskesmas lampia, Siddiq mengaku siap memperjuangkannya di DPRD.
Selain ini masih banyak lagi usulan – usulan lainnya dari warga yang semuanya sudah di catat sebagai aspirasi warga. Temu konstituen ini dihadiri ratusa warga. ( son/****)






