Menu ✖

Otomatis
Breaking News

BERITA

PT Vale Umumkan Hasil Kinerja 2025, Tampil Tangguh Untuk Berkelanjutan Jangka Panjang

PT Vale Umumkan Hasil Kinerja 2025, Tampil Tangguh Untuk Berkelanjutan Jangka Panjang Perbesar

PT Vale Indonesia Tbk mengumumkan kinerja keuangan audited untuk tahun buku 2025 dengan keyakinan kuat terhadap prospek usaha jangka panjang. Direksi perusahaan menyampaikan optimisme ini di tengah tekanan yang berasal dari gejolak harga komoditas global serta kendala operasional yang sempat terjadi. Perolehan pendapatan tercatat mengalami peningkatan menjadi AS$990,2 juta, melonjak dari posisi AS$950,4 juta pada periode sebelumnya. Angka ini mengindikasikan bahwa inisiatif diversifikasi serta program efisiensi yang dijalankan manajemen mulai memperlihatkan dampak positif.

Keuntungan bersih perusahaan berhasil naik signifikan sebesar 32% menjadi AS$76,1 juta jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya. Capaian tersebut dinilai sebagai refleksi nyata dari perbaikan performa operasional yang berkesinambungan, peningkatan volume produksi, serta penerapan disiplin biaya yang ketat. Sementara itu, pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mampu dipertahankan pada level AS$228,2 juta sepanjang tahun, atau sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan volume pengiriman nikel matte yang mencapai 73.093 ton pada 2025, sementara pada tahun sebelumnya jumlahnya hanya 72.625 ton.

Meski begitu, harga jual rata-rata nikel matte justru mengalami penurunan sebesar 7% menjadi AS$12.157 per ton bila dibandingkan dengan AS$13.086 per ton pada 2024. Kondisi tersebut berhasil dikompensasi oleh kenaikan tingkat keterbayaran (payability) nikel matte yang berlaku efektif sejak Juli tahun lalu, disertai dengan volume pengiriman yang lebih tinggi. Untuk produksi nikel dalam matte sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan angka 72.027 metrik ton atau naik tipis dari realisasi 71.311 ton pada tahun sebelumnya. Kinerja ini dipandang sebagai wujud dedikasi korporasi dalam menjaga keandalan operasional serta mengoptimalkan efisiensi pabrik sepanjang tahun.

Memasuki kuartal keempat, volume produksi perusahaan tercatat sebesar 17.052 ton atau merosot sekitar 12% dibandingkan dengan produksi kuartal sebelumnya yang menyentuh 19.391 ton. Penurunan ini utamanya diakibatkan oleh kegiatan rekonstruksi Furnace 3 yang mulai berlangsung November lalu dengan target penyelesaian pada Mei 2026. Apabila dibandingkan dengan periode kuartal keempat tahun sebelumnya yang berada di angka 18.528 ton, realisasi tersebut memang sedikit lebih rendah. Namun, secara kumulatif selama setahun penuh, hasil keseluruhan tetap tercatat lebih unggul dibandingkan tahun sebelumnya.

PT Vale juga melaporkan kemajuan pada pengembangan lini usaha non-inti, khususnya dari segmen penjualan bijih nikel saprolit. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil menjual bijih saprolit sebanyak 2.316.023 wet metric tons, dengan volume tertinggi terjadi pada Oktober yang mencapai 516.167 wmt. Blok Bahodopi berkontribusi sebagai pemasok utama, sementara penjualan dari blok Pomalaa masih dibatasi untuk keperluan pengambilan sampel massal. Aktivitas penambangan penuh di Pomalaa direncanakan baru akan dimulai pada 2026. Adapun unit biaya kas untuk penjualan bijih nikel relatif stabil pada rentang AS$17 hingga AS$19 per ton, di mana angka tersebut telah memperhitungkan komponen royalti serta biaya logistik untuk bijih saprolit campuran. Seluruh bijih yang dijual berasal sepenuhnya dari blok Bahodopi.

Ditengah agenda pemeliharaan besar yang berlangsung pada salah satu tungku peleburan, perseroan tetap berhasil menjaga unit biaya kas penjualan yang kompetitif pada level AS$9.339 per ton sepanjang 2025. Realisasi ini tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan AS$9.374 per ton pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut merupakan yang terendah dalam kurun waktu empat tahun terakhir, mengingat pada 2022 posisi biaya kas masih berada di angka sekitar AS$11.201 per ton. Pada kuartal keempat, konsumsi bahan bakar HSFO, diesel, dan batu bara mengalami penurunan seiring dengan berkurangnya volume produksi sebagai imbas dari pemeliharaan Furnace 3. Pada periode tersebut, harga HSFO turun 4%, sedangkan harga diesel dan batu bara mengalami kenaikan moderat masing-masing sebesar 6% dan 1%.

Belanja modal yang direalisasikan perusahaan selama tahun 2025 mencapai AS$485,9 juta, meningkat pesat sebesar 46% dibandingkan pengeluaran tahun sebelumnya yang berada di angka AS$332,1 juta. Alokasi investasi tersebut mayoritas diperuntukkan bagi proyek pengembangan serta kebutuhan permodalan yang bersifat berkelanjutan. Hingga 31 Desember 2025, saldo kas perusahaan tercatat sebesar AS$376,3 juta. Posisi kas ini menunjukkan fondasi finansial yang solid untuk mendanai berbagai proyek pertumbuhan tepat waktu. Manajemen bersama seluruh pemegang saham tetap memegang teguh komitmen dalam menghadapi dinamika pasar yang menantang, sembari meyakini masa depan industri yang menjanjikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dari Pendampingan hingga Akses Pasar, PT Vale Hadirkan Produk UMKM Binaan di Kriyanusa 2026

28 Sep 2026 - 00:47 WITA

Dari Pendampingan hingga Akses Pasar, PT Vale Hadirkan Produk UMKM Binaan di Kriyanusa 2026

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

26 Sep 2026 - 07:50 WITA

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

25 Sep 2026 - 01:48 WITA

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah
Trending di BERITA