Menu

Mode Gelap
Dua Dekade KKLT dan Jalan Panjang Kontribusi Diaspora untuk Luwu Timur Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

BERITA

Sampah Kayu di Sungai Malili Bukan Dari CLM, Tapi Kiriman Dari Larui Sultra


					Sampah Kayu di Sungai Malili Bukan Dari CLM, Tapi Kiriman Dari Larui Sultra Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,-   Hasil investigasi Dinas Lingkungan Hidup, dan PT Citra Lampia Mandiri, menyimpulkan, banyaknya material kayu yang hanyut disungai Malili bukan berasal dari Pertambangan PT CLM. Melainkan kiriman dari Larui Sulawesi Tenggara karena disana sementara terjadi Banjir.

” Kita sudah melakukan investigasi sampai di batas sulawesi Tenggara, mendapati di Larui Sulawesi Tenggara sedang terjadi Banjir Bandang. Sungai Larui ini terhubung dengan sungai Pongkeru,sehingga sampah kayu yang terbawa air tersebut sampai ke sungai Malili karena berada di Hilirnya. Jadi sampah kayu ini bukan dari areal PT CLM, melainkan kiriman dari Larui Sulawesi Tenggara.” Ungkap Andi Makarakka. Sabtu ( 24/02/2024 )

Menurut Andi Makarakka, warga Malili jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas yang ingin mengadu domba antara warga dan PT CLM .  Karena saat ini di wilayah hulu sungai Pongkeru utamanya daerah Sulawesi Tenggara sedang terjadi pembukaan lahan tambang. Sehingga wajar saja ketika didera huja lebat terjadi banjir bandang yang menghanyutkan material sampah kayu sampai ke Luwu Timur.

Lanjut dikatakannya,  banjir kali ini tidak seperti biasanya. Banjir dengan warna air seperti warna lempung (tidak merah) dan membawa material kayu mulai pagi sampai siang, merupakan banjir kiriman dari hulu sungai Pongkeru yang masuk wilayah Sulawesi Tenggara.

Selain itu saat melalukan investigasi , masyarakat di Desa Larui, Kecamatan Tolala, Provinsi Sulawesi Tenggara, juga mengakui telah terjadi banjir besar pada tanggal 22 Februari malam yang menyapu dan membawa semua material di bantaran Sungai.

“Saya juga sudah melihat video banjir yang dikirim oleh Kepala Desa Larui melalui Tim DLH Lutim, warna air luapan banjir persis sama dengan yang didapatkan di sungai Pongkeru Dusun Labose Desa Pongkeru yaitu mirip warna lempung berlumpur,” terang Andi Makkaraka. jelas bukan dari areal tambang CLM . Tutupnya.  (son/***)

BERITA

Sampah Kayu di Sungai Malili Bukan Dari CLM, Tapi Kiriman Dari Larui Sultra


					Sampah Kayu di Sungai Malili Bukan Dari CLM, Tapi Kiriman Dari Larui Sultra Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,-   Hasil investigasi Dinas Lingkungan Hidup, dan PT Citra Lampia Mandiri, menyimpulkan, banyaknya material kayu yang hanyut disungai Malili bukan berasal dari Pertambangan PT CLM. Melainkan kiriman dari Larui Sulawesi Tenggara karena disana sementara terjadi Banjir.

” Kita sudah melakukan investigasi sampai di batas sulawesi Tenggara, mendapati di Larui Sulawesi Tenggara sedang terjadi Banjir Bandang. Sungai Larui ini terhubung dengan sungai Pongkeru,sehingga sampah kayu yang terbawa air tersebut sampai ke sungai Malili karena berada di Hilirnya. Jadi sampah kayu ini bukan dari areal PT CLM, melainkan kiriman dari Larui Sulawesi Tenggara.” Ungkap Andi Makarakka. Sabtu ( 24/02/2024 )

Menurut Andi Makarakka, warga Malili jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas yang ingin mengadu domba antara warga dan PT CLM .  Karena saat ini di wilayah hulu sungai Pongkeru utamanya daerah Sulawesi Tenggara sedang terjadi pembukaan lahan tambang. Sehingga wajar saja ketika didera huja lebat terjadi banjir bandang yang menghanyutkan material sampah kayu sampai ke Luwu Timur.

Lanjut dikatakannya,  banjir kali ini tidak seperti biasanya. Banjir dengan warna air seperti warna lempung (tidak merah) dan membawa material kayu mulai pagi sampai siang, merupakan banjir kiriman dari hulu sungai Pongkeru yang masuk wilayah Sulawesi Tenggara.

Selain itu saat melalukan investigasi , masyarakat di Desa Larui, Kecamatan Tolala, Provinsi Sulawesi Tenggara, juga mengakui telah terjadi banjir besar pada tanggal 22 Februari malam yang menyapu dan membawa semua material di bantaran Sungai.

“Saya juga sudah melihat video banjir yang dikirim oleh Kepala Desa Larui melalui Tim DLH Lutim, warna air luapan banjir persis sama dengan yang didapatkan di sungai Pongkeru Dusun Labose Desa Pongkeru yaitu mirip warna lempung berlumpur,” terang Andi Makkaraka. jelas bukan dari areal tambang CLM . Tutupnya.  (son/***)

Baca Lainnya

Dua Dekade KKLT dan Jalan Panjang Kontribusi Diaspora untuk Luwu Timur

15 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara

14 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk

14 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Trending di BERITA