Menu

Otomatis
Breaking News

BERITA

Merawat Pesisir, Menjaga Masa Depan: Kolaborasi PT Vale Kuatkan Ketahanan Ekosistem Luwu Timur

Merawat Pesisir, Menjaga Masa Depan: Kolaborasi PT Vale Kuatkan Ketahanan Ekosistem Luwu Timur Perbesar

Sebanyak 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Mangkasa Point, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur pada Sabtu (29/8) untuk melakukan aksi rehabilitasi lingkungan pesisir dalam peringatan Hari Konservasi Alam Nasional. Kegiatan tersebut meliputi penanaman mangrove, transplantasi lamun, dan pembersihan pantai yang digagas oleh PT Vale Indonesia Tbk bersama Universitas Hasanuddin, Sorowako Diving Club, aktivis lingkungan, serta para relawan.

Kehadiran PT Vale dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan. Sejumlah pejabat yang turut hadir antara lain Head of External Relations PT Vale Indonesia Growth Project Sorowako Limonite Yusri Yunus, Head of Sorowako Limonite Project Suharpiyu Wijaya, dan Manager Social Development Program Sorowako & SOA Ardian Alhadath.

Yusri Yunus dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak agar memberikan dampak nyata bagi masa depan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan merupakan nilai yang dipegang teguh dan menjadi citra perusahaan dalam menjalankan operasionalnya. Menurutnya, penanaman mangrove dan transplantasi lamun merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap konservasi keanekaragaman hayati dan ketahanan lingkungan pesisir untuk warisan generasi mendatang.

Sementara itu, Suharpiyu Wijaya menjelaskan bahwa aspek keberlanjutan senantiasa menjadi fondasi dalam setiap pengembangan proyek perusahaan, termasuk IGP Sorowako Limonite. Kegiatan konservasi yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Ia menilai langkah sederhana yang dilakukan hari ini merupakan awal dari warisan yang ingin ditinggalkan, sekaligus harapan agar inisiatif tersebut dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran dan praktik terbaik pengelolaan lingkungan hingga tingkat nasional dan internasional.

Dalam aksi tersebut, para peserta menanam 50 bibit mangrove jenis Avicennia yang dikenal memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi pesisir serta sistem perakaran kuat untuk menahan abrasi. Jenis mangrove ini juga berfungsi sebagai habitat biota laut dan penyerap karbon alami. Selain itu, dilakukan transplantasi 200 lamun jenis Enhalus acoroides di area perairan yang menjadi habitat penting bagi berbagai organisme laut, termasuk sebagai tempat mencari makan, berlindung, dan berkembang biak bagi ikan serta biota pesisir lainnya.

St. Firjatih Widhah dari tim Puslit Sumberdaya Alam LPPM Universitas Hasanuddin mengungkapkan bahwa perhatian global terhadap konservasi lamun masih relatif rendah meskipun ekosistem ini terbukti memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat besar. Ia menjelaskan bahwa transplantasi yang dilakukan tidak hanya menambah luasan lamun tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir, sehingga langkah ini merupakan pekerjaan yang menantang karena tingkat keberhasilan rehabilitasinya tidak mudah. Ia turut memberikan apresiasi kepada PT Vale yang mengambil peran dalam restorasi lamun dan berharap hasil transplantasi di perairan Mangkasa Point dapat tumbuh berkembang memberikan manfaat luas bagi ekosistem.

Kegiatan yang berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para relawan ini menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan program konservasi. Inisiatif di Mangkasa Point melengkapi berbagai program lingkungan yang telah dijalankan perusahaan bersama pemangku kepentingan di Desa Pasi-Pasi dan wilayah sekitarnya, sekaligus memperluas ruang keterlibatan masyarakat dalam merawat lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Perusahaan berharap mangrove dan lamun yang direhabilitasi dapat tumbuh optimal menjalankan fungsi ekologisnya dengan dukungan pemantauan dan kolaborasi lintas pihak. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pesisir Luwu Timur terhadap perubahan iklim serta memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi penerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perkuat Ketahanan Energi, PT Vale Integrasikan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Inovasi Rendah Karbon

16 Sep 2026 - 08:19 WITA

Perkuat Ketahanan Energi, PT Vale Integrasikan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Inovasi Rendah Karbon

Hasil RDP Lintas Komisi DPRD Luwu Timur Soal Pipa Minyak PT Vale, Sepakati Peninjauan Lapangan

16 Sep 2026 - 02:00 WITA

Hasil RDP Lintas Komisi DPRD Luwu Timur Soal Pipa Minyak PT Vale, Sepakati Peninjauan Lapangan

PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026 lewat Program Pangan dan Kemaritiman

15 Sep 2026 - 10:42 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026 lewat Program Pangan dan Kemaritiman
Trending di BERITA