OKSON, LUWU TIMUR, – Janji PT Prima Utama Lestari (PUL) untuk memberdayakan masyarakat di lingkar tambang PT PUL membuahkan hasil nyata.
Hingga Agustus 2026, PT PUL bersama para mitra operasionalnya sudah menyerap 351 tenaga kerja lokal di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Angka tersebut mencakup 79,6 persen dari total 441 pekerja yang menggerakkan operasional perusahaan. Langkah strategis ini digerakkan melalui kolaborasi erat PT PUL dengan dua mitra utamanya, yaitu kontraktor penambangan PT Natural Persada Mandiri (NPM) dan penyedia logistik maritim PT Alur Malaulu Investama (AMI).
Secara rinci, PT NPM menjadi penyerap terbesar dengan mempekerjakan 267 warga lokal. Disusul oleh PT AMI sebanyak 56 orang, dan PT PUL sendiri sebanyak 28 orang. Mereka tersebar di berbagai posisi penting, mulai dari fungsi manajemen, teknis, hingga pendukung operasional.
Kesetaraan bagi Tenaga Kerja Perempuan
Menariknya, penyerapan tenaga kerja ini juga membuka ruang yang sangat luas bagi partisipasi perempuan. Dari total pekerja lokal, sebanyak 87 orang adalah perempuan. Fakta menarik terlihat di PT AMI, di mana 53 dari 56 pekerja lokalnya adalah perempuan. Artinya, hampir 95 persen posisi di mitra logistik maritim tersebut diisi oleh Srikandi lokal.
Peluang ini membawa dampak transformatif bagi warga Desa Ussu dan sekitarnya. Wilda, seorang warga lokal yang kini dipercaya menjadi Monitoring Control (MOCO) di PT PUL, membagikan kisah suksesnya. Setelah hampir setahun bekerja, ia merasa jauh lebih mandiri dan mampu meringankan beban ekonomi keluarga.
“Potensi warga lokal benar-benar dihargai dan diberi ruang untuk berkembang menjadi staf atau ke level yang lebih tinggi,” ungkap Wilda optimis.
Efek domino dari hidupnya aktivitas tambang ini juga dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar. Ekonomi warga mulai berdenyut kencang. “Rumah-rumah penduduk yang tadinya sepi, sekarang sudah ramai yang membuka usaha dan berjualan,” tambah Wilda.
Ruang Kompetensi dan Karier secara Transparan
Hal senada diungkapkan oleh Andi Fiqi M. Firdaus, warga lokal yang meniti karier sebagai HSE Officer di PT PUL. Selama bergabung, Andi mendapatkan berbagai fasilitas peningkatan keterampilan (upskilling), termasuk sertifikasi sebagai Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL).
“Perusahaan memberikan kesempatan yang adil melalui program pelatihan, pembinaan berkelanjutan, serta jenjang karier yang transparan bagi tenaga kerja lokal yang menunjukkan kinerja, integritas, dan kompetensi,” jelas Andi. Menurutnya, serapan kerja ini terbukti efektif menekan angka pengangguran dan menghidupkan pelaku UMKM di sekitar wilayah operasional.
Komitmen Good mining Practice
Bagi PT PUL, pelibatan warga lokal bukan sekadar formalitas, melainkan pilar penting dari penerapan kaidah pertambangan yang baik (good mining practice). Operasional tambang tidak hanya mengejar target produksi, tetapi wajib berjalan beriringan dengan aspek sosial, keselamatan, lingkungan, dan tata kelola yang sehat.
Mining Operation Division Head PT PUL, I Putu Yudiantara, menegaskan bahwa masyarakat lokal adalah mitra utama dalam keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Keterlibatan warga Desa Ussu dan sekitarnya merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di lingkar tambang. Karena itu, kami ingin memastikan masyarakat lokal memiliki kesempatan untuk bekerja, meningkatkan kompetensi, dan berkembang bersama perusahaan,” pungkas Putu.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, PT PUL dan mitranya berharap dapat terus memperluas manfaat ekonomi, sekaligus mencetak SDM lokal Luwu Timur yang unggul dan siap bersaing di industri nasional.( oks/***)








