LUWU TIMUR – Langkah transparansi diambil manajemen PT Prima Utama Lestari (PT PUL) dengan menggelar inspeksi bersama ke fasilitas kolam pengendapan sedimen (sediment pond) yang berlokasi di Blok 1 Dusun Salu Ciu, Desa Ussu, pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini merupakan respons atas keresahan masyarakat terkait potensi dampak lingkungan dari operasional tambang, dan dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur serta aparat desa setempat.
Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa konstruksi sediment pond tersebut dinyatakan aman. Sistem filtrasi yang dimiliki dinilai mampu memastikan air buangan dari kolam tidak akan mencemari ekosistem di sekitarnya. Doni selaku Kepala Teknik Tambang (KTT) PT PUL mengungkapkan bahwa seluruh rekomendasi yang pernah disampaikan oleh DLH telah dipatuhi, meskipun ia mengakui masih terdapat beberapa aspek teknis yang belum sepenuhnya tuntas dan tengah dalam proses penyelesaian.
Doni menjelaskan bahwa peninjauan gabungan ini menyoroti fungsi vital sediment pond sebagai fasilitas pengelolaan air dan sedimen agar limbah dari area pertambangan tidak mengalir ke permukiman warga. Terkait temuan di lapangan, pihaknya mengakui ada sejumlah detail kecil yang perlu pembenahan lebih lanjut. Ia menyatakan optimismenya bahwa seluruh catatan dari tim terpadu akan segera dirampungkan, seraya berharap kehadiran langsung tim di lokasi mampu menjawab seluruh pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat.
“Dengan adanya kunjungan tim secara langsung, kami berharap keresahan publik dapat teratasi. Memang ada sedikit bagian yang perlu disempurnakan, dan hal itu akan menjadi prioritas kami sebelum kegiatan penambangan dimulai,” ujar Doni saat ditemui di sela-sela kegiatan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip tata kelola pertambangan yang baik dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Desa Ussu, Rahmat, mengapresiasi respon sigap yang ditunjukkan oleh DLH Luwu Timur dan manajemen PT PUL. Ia menilai sikap akomodatif terhadap aspirasi warga Dusun Salu Ciu ini merupakan langkah positif yang sangat penting untuk memastikan kelayakan lingkungan terjaga sebelum aktivitas eksploitasi di Blok 1 benar-benar dimulai. Rahmat juga menyampaikan ucapan terima kasih karena keinginan warganya untuk melakukan verifikasi langsung telah difasilitasi dengan baik.
Kendati rasa aman masyarakat mulai terbangun, Rahmat tetap mengingatkan agar komitmen terhadap kelestarian lingkungan tidak luntur ketika operasional tambang telah berjalan nantinya. Ia menekankan bahwa sediment pond harus terus menjadi prioritas utama, terutama dalam hal perawatan berkala dan pengawasan yang lebih ketat. “Kami bersama masyarakat Salu Ciu berharap, saat aktivitas penambangan berlangsung nanti, fasilitas ini tetap mendapatkan perhatian serius agar fungsinya selalu optimal,” tandas Rahmat mengakhiri keterangannya.








