Menu

Mode Gelap
Dua Dekade KKLT dan Jalan Panjang Kontribusi Diaspora untuk Luwu Timur Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

BERITA

Dukung Gerakan Pangan Murah, Usman Sadik Ikut Belanja Kebutuhan Pokok


					Dukung Gerakan Pangan Murah, Usman Sadik Ikut Belanja Kebutuhan Pokok Perbesar

OKSON, Luwu Timur, – Usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Pengamanan Pemilu 2024 di Lapangan Merdeka Malili, Wakil Ketua II DPRD Lutim, Usman Sadik berbelanja barang kebutuhan pokok murah di Gerakan Pangan Murah Luwu Timur.  Selasa ( 17/10/2023).Yang  berada  tak jauh dari Lapangan Merdeka.

Aksinya ini sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Pangan Murah yang dilakukan Pemerintah Luwu Timur, sebagai salah satu cara untuk mengendalikan inflasi akibat elnino yang berkepanjangan.

Saat berbelanja tersebut, Usman Sadik juga tidak mau mengambil uang kembalian dari harga barang yang ia beli.

” Hari ini saya membeli tomat, gula merah dan bawang merah, saya bangga karena ini diproduksi di Luwu Timur.  ” Kata Usman Sadik.

Usman Sadik mengakui barang kebutuhan pokok yang di jual di Gerakan Pangan Murah ini sangat murah, selisih harganya ada yang capai Lima Ribu Rupiah dari harga di pasar.

Usman Sadik yang juga Ketua DPD II PAN Luwu Timur ini menambahkan, semakin sering diadakan gerakan pangan murah ini semakin baik efeknya buat masyarakat.  Karena ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, serta menghemat pengeluaran.

” Dengan mencermati gejala elnino ini, ia menyarankan pemerintah Luwu Timur tetap waspada, memperhitungkan dengan baik ketahanan pangan untuk Luwu Timur. Karena saat ini banyak negara juga sudah menahan impor pangannya seperti beras  demi ketahanan pangan negara mereka masing – masing. Ini menandakan persoalan ketahanan pangan ini sangat serius. Tutupnya. ( SON/***)

Baca Lainnya

Dua Dekade KKLT dan Jalan Panjang Kontribusi Diaspora untuk Luwu Timur

15 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara

14 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk

14 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Trending di BERITA