OKSON, LUWU TIMUR, – Bibit Padi unggul MSP 65 akan dikembangkan di kabupaten Luwu Timur. Bibit padi berkualitas tinggi ini kini dikembangkan oleh legeslator PDIP Luwu Timur Andi Surono, dan sudah mulai didistribusikan ke kelompok tani.
” Sekarang saya tengah mencoba mengembangkan bibit padi unggul MSP 65 di Mangkutana, bibit ini berasal dari Yogyakarta. Dan hasilnya cocok dengan alam pertanian Luwu Timur. ” Kata Andi Surono saat Rapat Internal di Sekretariat DPC PDIP, (14/08/2025).
Menurutnya, kelebihan dari bibit padi unggul MSP 65 ini adalah masa panen yang relatif singkat yaitu hanya 65 hari, atau sekitar dua bulan saja. Kemudian hasil panennya tinggi (rata-rata 7,11 ton per hektar), gabah yang dihasilkan ramping dan berwarna kuning jerami. Bibit Padi jenis ini tahan terhadap kekeringan dan beberapa hama seperti wereng coklat dan tikus. Selain itu, nasi yang dihasilkan dari padi MSP 65 memiliki tekstur pulen dengan kadar amilosa yang rendah, sehingga disukai banyak orang.
Ketua DPC PDIP Lutim, Budiman merespon baik upaya Andi Surono di sektor pertanian. Kata Budiman jika benih itu cocok dengan alam Luwu Timur maka bibitnya bisa dikembangkan secara luas dan didistribusikan ke para petani.
Berdasarkan info yang ia baca, di Yogyakarta hampir semua kelompok tani disana beralih ke bibit padi MSP 65. Jika uji coba memperbanyak bibitnya ini berhasil di Luwu Timur, bibit ini harus menjadi pilihan petani, karena kualitas beras yang dihasilkan bagus, harganya terjangkau, waktu panen singkat hanya 65 hari dengan hasil panen mencapai 7 ton perhektar.
” Saya backup pengembangan bibit padi ungulan MSP 65 ini, dan saya minta anggota dewan PDIP lainnya bisa menangkap peluang ini untuk dikbangkan di masing – masing kecamatan. ” Kata Budiman.
Dengan adanya bibit unggul ini Budiman yakin pertanian Luwu Timur akan semakin maju, kesejahteraan petani akan meningkat. (Son/***)






