Menu

Mode Gelap
Ekonom Unhas: PDRB Tinggi Tak Otomatis Membuat Masyarakat Luwu Timur Makmur Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat Singgah di Nursery PT Vale, Ridwan Andi Wittiri Salut Dengan Kesiapan Program Pasca Tambang PT Vale Cegah Banjir Meluap Di Jalan Raya, PT PUL Benahi Drainase di Salu Ciu

BERITA

Akibat Flu Babi, Total Kerugian Peternak Babi di Lutim Capai 126 Miliar


					Akibat Flu Babi, Total Kerugian Peternak Babi di Lutim Capai 126 Miliar Perbesar

 

OKSon,Luwu Timur,- Kasus Flu Babi Afrika atau African Swine Fever ( ASF ) yang mewabah di Luwu Timur ternyata mimbul kerugian cukup besar. Dari sekitar 40 Ribuan babi yang mati akibat virus tersebut, total kerugian yang ditimbulkan sebanyak 126 Miliar.

Demikian kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur, Amrullah Rasyid, dikonfirmasi okson. co.id, Selasa (25/07/2023).

Menurut Amrullah, meski belum ada obat penangkal virus flu babi ini, penanganan yang dilakukan Luwu Timur berhasil mengendalikan penyebaran flu babi tersebut.

” Saat ini kita sudah menghimbau kepada para peternak babi, untuk tidak menerima dulu babi dari luar, sampai kondisi benar – benar pulih. Informasinya virus flu babi tersebut akan mati secara alami selama tiga bulan, ini dihitung dari babi yang terakhir mati. ” Kata Amrullah.

Selanjutnya, untuk membantu para peternak yang mengalami kerugian, pemerintah Luwu Timur, akan memberikan bantuan dari anggatan Bantuan Tidak Terduga. Hanya saja besarannya belum kita putuskan karema masih dalam tahap pengkajian.

Dari 40 Ribuan Babi yang mati tersebut, masih ada sekitar Seribuan babi yang masih steril. Babi tersebut berada di Desa Landangi Kecamatan Nuha.

Untuk menjaga agar tidak terpapar, kami bersama warga peternak babi sudah melakukan sterilisasi wilayah. Melarang pedagang masuk ke Landangi untuk membeli babi warga. Jika ada warga yang ingin menjual babinya, itu bisa dilakukan dengan bertransaksi diluar daerah.

” Ini terus kami pantau, sampai saat ini babinya masih steril, jika kondisinya tetap bisa dipertahankan, babi yang diternak warga di Landangi ini akan dijadikan bibit babi bantuan. ” Kata Amrullah.

Untuk diketahui, flu babi masuk ke Luwu Timur ini berasal dari daging babi beku yang di datangkan dari luar daerah. Daging babi beku tersebut dibeli oknum warga di Desa Pancakarsa. Tanpa sepengetahuannya daging babi beku tersebut sudah terpapar virus flu babi.

Selanjutnya Air Babi beku tersebut diminum oleh babi peliharaanya. Tak berselang lama datang pedagang babi membeli babi dipancakarsa. Karena masih kurang satu mobil pedagang tersebut membeli lagi babi di desa yang lainnya,sehingga virus flu babi begitu cepat menyebar menyebabkan puluhan ribu babi mati di Luwu Timur. ( OKSon/***)

 

 

Baca Lainnya

Ekonom Unhas: PDRB Tinggi Tak Otomatis Membuat Masyarakat Luwu Timur Makmur

2 Juli 2026 - 13:55 WITA

Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale

26 Juni 2026 - 13:37 WITA

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 07:03 WITA

Trending di BERITA