Luwu Timur – PT Vale Indonesia kembali menunjukkan dedikasinya dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui berbagai program keberlanjutan yang telah dijalankan. Hal ini disampaikan dalam agenda silaturahmi dengan awak media yang berlangsung di Luwu Timur pada Kamis, 16 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, manajemen perusahaan membeberkan sejumlah progres penting terkait operasional tambang yang berwawasan lingkungan, termasuk upaya restorasi lahan pascatambang yang telah mencapai tahap signifikan.
Sainab Husain Paragay, Kepala Komunikasi Korporat PT Vale, mengungkapkan bahwa perseroan berpegang teguh pada prinsip operasional yang ramah lingkungan dengan mengandalkan energi baru terbarukan. Ia memaparkan berbagai inisiatif strategis yang sudah dieksekusi sebagai bentuk tanggung jawab korporasi terhadap alam dan komunitas sekitar. Salah satu capaian yang paling menyita perhatian adalah keberhasilan reklamasi lahan tambang yang berjalan progresif. Dari total 7.740 hektare area yang terdampak aktivitas penambangan, sekitar 3.877 hektare atau tepatnya 50 persen dari keseluruhan lahan terbuka telah berhasil direklamasi. Seluruh area tersebut kini telah ditanami kembali dan berhasil dihijaukan, membuktikan bahwa aktivitas ekstraksi mineral bisa beriringan dengan pemulihan ekosistem.
Lebih lanjut, perusahaan mengoperasikan tiga unit pembangkit listrik tenaga air, yaitu PLTA Karebbe, PLTA Balambano, dan PLTA Larona. Ketiga fasilitas tersebut secara gabungan memasok daya sebesar 364 megawatt yang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional harian perusahaan. Langkah ini menegaskan komitmen PT Vale untuk menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dengan beralih ke sumber daya yang lebih ramah lingkungan. Perhatian serius juga ditujukan pada kelestarian Danau Matano, yang memiliki kedalaman sekitar 590 meter dan dikenal sebagai danau terdalam di Asia Tenggara. Untuk menjaga kemurnian air danau yang menjadi habitat spesies endemik tersebut, sebanyak 100 unit kolam pengendapan telah dibangun. Infrastruktur ini berfungsi memastikan limpasan air dari area pertambangan tetap jernih dan bersih saat mengalir menuju danau.
Pada sisi pemberdayaan masyarakat, PT Vale mengacu pada delapan pilar sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 1824K/30/MEM/2018, yang meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan, infrastruktur, dan kemandirian. Namun, perusahaan telah memilih untuk memfokuskan diri pada tiga prioritas utama. Prioritas pertama ialah pengembangan sumber daya manusia dengan penekanan pada peningkatan mutu pendidikan dan akses layanan kesehatan, seperti penyaluran beasiswa serta penguatan kapasitas pelaku UMKM. Sebagai bentuk realisasi, sekitar 500 individu telah mengikuti pelatihan vokasional bersertifikat resmi agar memiliki daya saing di pasar tenaga kerja. Prioritas kedua adalah penguatan sosial ekologi yang bertujuan membangun kesadaran warga terhadap isu perubahan iklim dan pentingnya menjaga alam. Adapun prioritas ketiga berfokus pada pengembangan penghidupan berkelanjutan yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang.
Kegiatan halalbihalal yang menjadi momen silaturahmi ini resmi dibuka oleh Budiawansyah, Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk. Acara tersebut juga dihadiri oleh Vanda Kusumaningrum selaku Head of Corporate Communication serta para mitra media dari Luwu Timur yang selama ini menjalin kerja sama dengan perusahaan.








