Luwu Timur tengah bersiap menorehkan catatan baru dalam dinamika politik lokal. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keberadaan partai berlambang kepala banteng di wilayah itu, DPC PDI Perjuangan Luwu Timur akan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab). Perhelatan yang dianggap bersejarah ini dirancang dengan sejumlah agenda strategis yang telah dipersiapkan secara matang, bukan sekadar acara seremonial belaka. H. Ridwan Andi Witri, yang memimpin DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan, dijadwalkan hadir untuk membuka kegiatan secara resmi, sebuah sinyal kuat bahwa acara ini memiliki arti penting bagi partai.
Budiman, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Luwu Timur, mengonfirmasi bahwa keseluruhan tahapan persiapan telah final. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat pemantapan yang dihadiri seluruh jajaran pengurus partai di daerah itu. Ia berharap acara ini tidak berlangsung tanpa hasil, tetapi mampu menjadi sarana konsolidasi yang efektif dan berdampak nyata. Ribuan kader serta simpatisan dari sebelas kecamatan se-Luwu Timur diproyeksikan hadir memadati lokasi kegiatan, menghadirkan suasana semarak yang identik dengan warna merah kebanggaan partai.
Rangkaian Musancab dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 21 Juni 2026 di kawasan Obyek Wisata Temu Kamu, Kecamatan Mangkutana. Budiman menjelaskan bahwa segala bentuk persiapan telah digarap secara bersama-sama oleh seluruh pengurus. Ia pun menyoroti kesiapan penyambutan untuk ketua DPD PDIP Sulsel yang telah disusun dengan penuh perhatian. Baginya, gelaran Musancab ini merupakan pengalaman perdana bagi DPC PDIP Luwu Timur, sehingga semua elemen partai diminta berperan aktif demi kelancaran acara.
Lebih lanjut, Budiman memaparkan tujuan strategis dari kegiatan ini, antara lain memantapkan konsolidasi internal, menyegarkan struktur kepengurusan hingga tataran kecamatan, serta menyusun program kerja yang mampu menjangkau masyarakat di lapisan paling bawah. Muhammad Nur, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Luwu Timur, menambahkan bahwa aspek logistik sudah disiapkan secara komprehensif. Mulai dari penjemputan tamu di bandara, penyediaan tempat menginap, hingga rencana peletakan batu pertama pembangunan Sekretariat DPC PDIP di Malili, semua telah melalui peninjauan dan evaluasi yang teliti. Ia menyatakan keyakinannya bahwa rangkaian acara dapat berjalan lancar karena setiap hal telah diperhitungkan dengan detail.
Pernyataan lain datang dari Ober Datte, yang menghubungkan perhelatan ini dengan visi politik partai ke depan. Ia menilai Musancab pada pertengahan 2026 itu menjadi fondasi bagi DPC PDIP Lutim dalam menyongsong Pemilu Nasional 2029 dan Pemilu 2031. Ober Datte memandang kegiatan ini sebagai langkah awal untuk berkompetisi sungguh-sungguh pada kedua ajang elektoral tersebut. Ia mengemukakan estimasi bahwa sekitar 65 persen pemilih di Pemilu 2029 nanti diprediksi merupakan pemilih pemula. Karena itu, ia mendorong seluruh kader bergerak aktif merekrut anak-anak muda potensial guna memperkuat basis dukungan partai di tengah masyarakat.
Ober Datte juga menekankan bahwa acara ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan pertemuan rutin. Ia menginstruksikan para pengurus dan kader untuk menyebar ke seluruh desa serta membangun simpul-simpul dukungan baru bagi partai. Strategi ini dianggap penting untuk mengerek elektabilitas PDIP dan memastikan partai semakin dekat dengan warga Luwu Timur. Dengan gerakan yang masif dan terorganisasi, ia percaya partai dapat memperkuat pengaruhnya di semua segmen masyarakat, sehingga ambisi menjadi kekuatan politik utama di daerah itu bisa tercapai pada pemilu mendatang.








