Menu

Mode Gelap
Dapat SKT, PGR Sulsel Siapkan Berkas Menuju Badan Hukum Partai  Aksi Cepat PT Vale IGP Pomalaa Bantu Korban Puting Beliung dan Banjir di Pomalaa Pasca Banjir di Ussu PT. PUL Berikan Bantuan Pada Warga Terdampak Antisipasi Kondisi Terburuk,Satlantas Polres Lutim Evakuasi Warga Dari Banjir HUT23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia Lahannya Digusur Tanpa Ganti Rugi Puluhan Petani Dusun Laoli Mengadu Ke DPRD Lutim, Dan Lapor Ke Polisi

BERITA

Sudah 238 Kali Diguncang Gempa, BPBD Provinsi Sulsel Lakukan Rekon Gempa Di Lutim


					Sudah 238 Kali Diguncang Gempa, BPBD Provinsi Sulsel Lakukan Rekon Gempa Di Lutim Perbesar

OKSon, Luwu Timur – Pusat Pengendalian Oprasi Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Luwu Timur menyampaikan , sejak Januari hingga 5 Desember 2022 , sudah terjadi 238 kali Gempa Bumi di wilayah Kabupaten Luwu Timur . Skala terbesar terjadi pada hari Senin 5 Desember 2022 dengan kekuatan 3,8 SR yang berpusat di Desa Parumpanai Kecamatan Wasuponda .

Tingginya frekwensi Gempa Bumi di Kabupaten Luwu Timur ini menandakan Sesar Matano dan sesar lainnya yang bersinggungan dengan sesar Matano sangat aktif . Kedalaman Gempa juga bervariasi , mulai dari kedalaman 25 KM , 20 KM,10 KM dan 2 KM.

Meningkatnya frekwensi Gempa tersebut menjadi perhatian bagi BPBD Provinsi Sulawesi Selatan , Sudah dua hari ini BPBD Provinsi Sulsel bekerja sama dengan BPBD Luwu Timur melakukan Rencana Kontigensi Gempa di Luwu Timur melibatkan unsur Kecamatan, DLH, Satpol PP, Damkar, RS, Biro Hukum,Dinas Pertanian , Dinkes , TNI/Polri , PMI , Basarnas dan Pusdaplops Luwu Timur .

Kegiatan Hari kedua ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Luwu Timur , Selasa (06/12/2022 ) di bimbing langsung Tenaga Ahli BPBD Provinsi Sulsel , yakni Leonardy Sambo ,Jasman Ghadi, dan Achmad Syarif .

Rekom tersebut untuk mengetahui sejauh mana kesiapa stakeholder Luwu Timur menghadapi Bencana Gempa Bumi jika sewaktu-waktu Gempa berskala besar tersebut melanda Kabupaten Luwu Timur .

” Jika terjadi Gempa besar, pada malam hari, semua warga terimbas dari becana tersebut apa yang pertama kali saudara lakukan .? . Tanya Jasman .

Hampir seragam peserta yang mengikutu Rekon tersebut menjawab tindakan pertama yang dilakukan adalah menyelamatkan diri sendiri dan keluarga terlebih dahulu ke titik aman, setelah itu membantu mengevakuasi warga sambil mengumpulkan data untuk dilaporkan ke Pusdaplops dan Pimpinan masing-masing .

” Secara umum, Kata Jasman, dari segi pengetahuan , warga Kabupaten Luwu Timur sudah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menghadapi bencana gempa besar . Ini menandakan sudah ada kesiapan warga dalam menghadapi musibah bencana .” Ungkapnya.

Setelah dua hari melakukan materi Rekon, Besok BPBD Provinsi Sulsel bersama BPBD Luwu Timur akan melakukan simulasi menghadapi Gempa Bumi di Lapangan Merdeka Malili . ( OKSon/***)

 

Baca Lainnya

Dapat SKT, PGR Sulsel Siapkan Berkas Menuju Badan Hukum Partai 

5 Mei 2026 - 07:05 WITA

Aksi Cepat PT Vale IGP Pomalaa Bantu Korban Puting Beliung dan Banjir di Pomalaa

5 Mei 2026 - 06:48 WITA

Pasca Banjir di Ussu PT. PUL Berikan Bantuan Pada Warga Terdampak

5 Mei 2026 - 06:39 WITA

Trending di BERITA