Menu ✖

Otomatis
Breaking News

BERITA

Setahun Sudah Berlalu, Warga Tagih Pupuk Gratis Di Reses Perseorangan Muhammad Nur

Setahun Sudah Berlalu, Warga Tagih Pupuk Gratis Di Reses Perseorangan Muhammad Nur Perbesar

Sudah berjalan hampir setahun sejak pasangan Ibas-Puspa memimpin Kabupaten Luwu Timur, tetapi wacana pemberian pupuk gratis justru meredup dan nyaris tak pernah disinggung lagi. Kini, harapan itu kembali mencuat dari kalangan petani yang merasa aspirasinya belum dipenuhi hingga saat ini. Dalam kesempatan reses perseorangan, warga tidak sungkan melontarkan pertanyaan kritis kepada wakil rakyat yang hadir. Herisau, seorang petani yang turut hadir, mempertanyakan secara gamblang kelanjutan program pupuk gratis yang sampai sekarang belum juga dirasakan manfaatnya oleh para petani. Ia mengaku sangat berharap program tersebut benar-benar direalisasikan karena bantuan itu dinilai mampu mengurangi beban biaya produksi pertanian yang semakin tinggi.

Keluhan tersebut disampaikan langsung di hadapan Muhammad Nur, anggota DPRD Luwu Timur yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP, dalam agenda reses yang berlangsung di Desa Madani, Kecamatan Wotu, Minggu, 8 Maret 2026. Di sela-sela kegiatan penyerapan aspirasi itu, sejumlah anggota Badan Anggaran DPRD yang dihubungi menyebutkan bahwa program pupuk gratis sudah tidak tercantum lagi dalam rancangan APBD 2026. Jika informasi tersebut akurat, maka bisa dipastikan bantuan tersebut mulai ditinggalkan secara perlahan. Kendati demikian, para petani di Luwu Timur tetap mengingat janji itu dan terus mendesak agar direalisasikan.

Mereka juga mempertanyakan alasan di balik mandeknya realisasi program yang pernah dijanjikan oleh Ibas-Puspa. Selain perihal pupuk, warga menyampaikan sejumlah aspirasi lain yang tidak kalah penting, seperti permohonan penambahan kuota penerima bantuan lansia yang dinilai masih terbatas di setiap desa di Wotu. Secara umum, usulan yang tertampung dalam reses tersebut mencakup perbaikan saluran irigasi di Desa Madani, penyediaan air bersih beserta jaringan instalasi yang selama ini tidak berfungsi, serta kelanjutan pengaspalan jalan di Desa Tabaroge.

Masih dalam daftar usulan yang sama, warga juga mendesak realisasi pupuk gratis, melanjutkan pembangunan masjid di Desa Madani, serta merehabilitasi Masjid Asshura yang berada di Jambu-Jambu, Desa Lampenai. Sejumlah desa seperti Madani, Kanawatu, Maramba, dan Lampenai turut mengusulkan penambahan jumlah penerima bantuan lansia, di samping permohonan bantuan untuk kelompok tani. Seluruh harapan itu disuarakan langsung oleh warga dalam forum reses tersebut.

Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Muhammad Nur menyampaikan bahwa semua aspirasi yang masuk akan diperjuangkannya di DPRD Luwu Timur. Ia berjanji mengupayakan agar seluruh usulan tersebut dapat tertampung dalam APBD dan kemudian direalisasikan. Khusus untuk program pupuk gratis serta tambahan penerima bantuan lansia, ia berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar ada kejelasan dan jawaban yang konkret bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

26 Sep 2026 - 07:50 WITA

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

25 Sep 2026 - 01:48 WITA

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya

24 Sep 2026 - 11:57 WITA

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya
Trending di BERITA