Suksesnya program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) menuai respons positif dari warga Desa Puncak Indah. Mereka lantas menyampaikan aspirasi agar perusahaan kembali mengucurkan bantuan berupa tempat sampah untuk kawasan permukiman, khususnya di komplek Perumahan Bumi Sawita Permai. Fasilitas yang pernah disalurkan sebelumnya dinilai menjadi solusi efektif atas persoalan limbah domestik yang kerap berserakan lantaran diusik binatang.
Hasni, seorang ibu rumah tangga di komplek tersebut, menuturkan bahwa sebelum hadirnya bantuan ini, ia hampir setiap pagi harus memunguti kembali kantong plastik berisi sampah yang telah dirapikan lantaran diobrak-abrik anjing maupun ayam. Namun, keadaan itu berubah total setelah PT CLM menyerahkan tempat sampah pada 19 Maret 2026. Menurut Hasni, konstruksi wadah yang dilengkapi tutup rapat membuat sampah tidak hanya terbebas dari gangguan hewan, tetapi juga aman dari rendaman air hujan. Meski turun deras sekalipun, air dipastikan tidak akan merembes masuk ke dalam tempat tersebut.
Muh. Cakkir, Kepala Desa Puncak Indah, mengutarakan rasa terima kasihnya atas kontribusi yang diberikan perusahaan. Ia mengamati bahwa sampah rumah tangga yang selama ini berserakan kini sudah jauh berkurang frekuensinya. Kondisi tersebut dinilai meringankan tugas petugas kebersihan saat melakukan pengangkutan limbah domestik menuju mobil sampah. Cakkir menambahkan bahwa masih banyak rumah warga di Puncak Indah yang belum memperoleh bantuan serupa. Ia berharap PT CLM memberikan perhatian lebih terhadap hal ini, mengingat Desa Puncak Indah berada tepat di pusat pemerintahan Kabupaten Luwu Timur sehingga pengelolaan sampah menuntut sinergi dari berbagai pihak.
Persoalan sampah di Kabupaten Luwu Timur, lanjut Cakkir, kini menjadi tanggung jawab kolektif yang tidak mungkin dituntaskan pemerintah desa seorang diri. Tanpa kolaborasi dengan entitas swasta seperti PT CLM, aparat desa akan menghadapi hambatan besar dalam menangani tantangan tersebut. Pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya sejalan dengan meningkatnya volume limbah, sementara sarana pengangkutan serta ketersediaan tempat sampah masih menjadi kendala yang belum terpecahkan. Di akhir pernyataannya, Cakkir menyampaikan harapan agar bantuan sejenis dapat kembali disalurkan pada kesempatan mendatang demi menjawab keterbatasan yang masih menganga.








