Menu ✖

Otomatis
Breaking News

BERITA

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Banyak hal yang terungkap dalam moment peringatan Hari Tani Nasional di Kabupaten Luwu Timur, Kamis kemarin.

Salah satunya adalah alasan dibalik penolakan petani Laoli yang tergusur terhadap Bantuan Sosial yang diberikan Pemerintah Luwu Timur.

Muhammad Fajrin Rahman, Pendamping Hukum Petani Laoli, menerangkan, alasan penolakan itu didasari pada logika Pemerintah daerah dalam menangani kasus Laoli dianggap keliru.

Fajrin menyampaikan sampai saat ini petani Laoli masih hidup di pengungsian, ditegaskannya petani Laoli tidak meminta dan menolak sumbangan makanan minuman dan bantuan sosial dari pemerintah luwu timur. Karena petani laoli hanya membutuhkan sumber penghidupan.

Jika sumber penghidupan petani Laoli tidak diganggu makanan dan minuman bisa diupayakan sendiri.

” Minta maaf jika kemarin petani Laoli menolak bantuan sosial dari Dinsos yang datang, itu bukan kami menolak makanannya, tegasnya penolakan itu sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah yang salah dalam menangani kasus sengketa lahan di Laoli.

kami menolak perlakuan pemerintah yang terlebih dahulu menggusur baru mau membantu, kenapa dibalik logikanya. Merusak dahulu baru mau membantu. Yang seharusnya sumber penghidupannya dijaga supaya hidup petani Laoli tidak bergantung pada bantuan sosial begitu logikanya. Jangan dibalik. ” Ungkap Fajrin.

Kemudian, sekarang proses hukum sedang berlangsung, bukankah proses hukum ini yang diinginkan bupati, atau yang diinginkan pemerintah daerah Luwu Timur.

karena sejak awal konflik, pemerintah selalu menggertak jika petani Laoli tidak terima silahkan tempuh jalur hukum.

Nah sekarang keinginan itu dipenuhi petani Laoli. Saat ini keabsahan Sertifikat HPL yang dimiliki pemerintah daerah diatas lahan petani Laoli sudah berproses di PTTUN.

” Sekarang kami minta, dengan berprosesnya gugatan itu di PTTUN, kami meminta pemerintah daerah Luwu Timur dan PT IHIP tidak melakukan aktivitas apapun di lokasi lahan sengketa. ” Ujar Fajrin.

Haruming, perwakilan Petani Laoli menambahkan ia sangat keberatan dengan isu yang mengatakan kami petani Laoli adalah warga Pendatang.

” Di Jalajja Burau, saya ini tim suksesnya Ibas – Puspa, setelah dia jadi bupati lahan kami di Laoli dihancurkan, kenapa pemerintah daerah sama sekali tidak berpihak kemasyarakatnya. Pemerintah daerah lebih memilih membela investor dari luar. ” Tandas Haruming kecewa.

Setelah menyampaikan aspirasinya, Muh. Yusri dan Said yang menerima aspirasi tersebut tidak berkomentar menanggapi apa yang diutarakan Perwakilan Petani Laoli. Mereka hanya diam dan mencatat semua aspirasi yang disampaikan dan akan diteruskan ke Bupati Irwan Bachri Syam setelah tiba di Luwu Timur. ( oks/***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya

24 Sep 2026 - 11:57 WITA

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya

Wujudkan Pengelolaan Danau Matano Berkelanjutan, PT Vale Dukung Kolaborasi Strategis Multipihak

23 Sep 2026 - 23:32 WITA

Wujudkan Pengelolaan Danau Matano Berkelanjutan, PT Vale Dukung Kolaborasi Strategis Multipihak

Penanganan Dua Perkara Dugaan Korupsi di Kejari Luwu Timur Belum Banyak Kemajuan

23 Sep 2026 - 11:29 WITA

Penanganan Dua Perkara Dugaan Korupsi di Kejari Luwu Timur Belum Banyak Kemajuan
Trending di BERITA