Forum musyawarah yang mempertemukan sejumlah pimpinan wilayah administratif di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, pada 7 Februari 2026 menjadi ajang penyampaian apresiasi atas dampak positif kegiatan pemberdayaan yang dijalankan oleh PT CLM. Dalam pertemuan yang dimoderatori Camat Malili, Hasimning, hadir delegasi dari lima desa dan kelurahan yang termasuk dalam wilayah ring 3. Yahya, Kepala Desa Baruga, menyampaikan terima kasih secara langsung kepada PT CLM. Ia mengungkapkan bahwa meskipun nilai bantuan yang disalurkan tidak tergolong besar, kehadiran program PPM tetap memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia pun menegaskan bahwa intensitas komunikasi antarpemangku kepentingan di tingkat desa perlu dijaga agar koordinasi dengan pemerintah daerah dapat beroperasi secara optimal.
Senada dengan itu, Cakir yang menjabat sebagai Kepala Desa Puncak Indah menyoroti kegunaan armada pengangkut sampah yang telah diserahkan PT CLM kepada komunitasnya. Menurutnya, fasilitas itu telah dimanfaatkan secara langsung oleh warga untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri, bersih, dan nyaman. Namun demikian, ia menilai keberlanjutan pengelolaan limbah membutuhkan inovasi berupa program daur ulang yang mengadopsi teknologi, dengan pendampingan dari PT CLM bersama lembaga terkait lainnya. Musyawarah tersebut turut mengundang perwakilan dari Desa Puncak Indah, Baruga, Wewangriu, Balantang, serta Kelurahan Malili, yang seluruhnya merupakan bagian dari skema PPM dan CSR PT CLM.
Dukungan yang dilontarkan para kepala desa ini memperlihatkan bahwa program yang dijalankan memberi efek langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kekuatan sinergi antara pihak perusahaan, perangkat desa, dan warga dipandang sebagai elemen yang perlu diperkuat secara berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan. Capaian ini juga menjadi indikasi nyata bahwa kerja sama lintas sektor mampu menghadirkan manfaat konkret bagi komunitas yang berada di sekitar area operasional perusahaan.








