OKSON, LUWU TIMUR, – Sungguh miris, sejak tahun 2025 hingga saat ini islamic senter Malili yang sudah menjadi aset daerah tidak memiliki anggaran pemeliharaan. Semua biaya operasional islamic senter dibiayai lewat sumbagan celengan mesjid dari jamaah. Demikian kata Sira petugas yang menjaga islamic senter Malili saat di wawancara usai shalat jumat, ( 17/04/2025).
Menurut Sira, honor Imam, alat pembersih lantai,listrik dan air semuanya dibiayai bersumber dari celengan jamaah. Kadang cukup kadang kurang begitulah kondisinya yang saya alami. Meskipun ini aset daerah, sama sekali tidak ada dana pemeliharaannya. ” Kata Sira.
Namun untuk beberapa bulan terakhir ini listrik sudah tidak dibayar lagi, Begitu juga dengan air sudah dibantu dari Perumda Waemami.
” Pernah satu kali dibantu sama pak bupati Ibas sekitar 3 Juta itu yang dipakai bayar honor imam dan operasional kebersihan, selebihnya itu sering di bantu sama Pak Budiman mantan Bupati Lutim. ” Jelas Sira.
Pernah terpikirkan olehnya untuk menunjang operasional mesjid, lebaran lalu ia menghadap bupati Ibas meminta agar shalat id bisa digelar di islamic senter, tapi tidak diizinkan oleh bupati.
Ia juga sudah disampaikan oleh Bupati sekitar bulan Juni 2026 diminta semua aktivitas di islamic senter dihentikan karena pembangunannya akan dilanjutkan lagi.
” Iya tidak masalah, bagus itu kalau dilanjutkan supaya pembangunannya bisa rampung seratus persen, kalau tidak salah waktu itu saya disampaikan anggarannya sekitar 15 M. Ya sudahlah walau sebelumnya sempat dianggarkan 25 M sekarang bisanya 15 M tetap harus disyukuri. Kata Sira.
Terkait ambruknya plapon diatas tangga islamic senter, ia melihat itu bisa jadi akibat terhentinya proses pembangunan islamic senter tersebut, sekiranya pembangunannya tidak terhenti ia meyakini kejadian seperti itu tidak terjadi. Karena pelapon tersebut terkena rembesan air jika hujan.
Untuk diketahui, pada 2025 lalu Pemerintahan era Budiman menganggarkan lanjutan pembangunan islamic senter 25 M. Tiga tahun di periksa BPK pembangunan islamic senter ini tidak bermasalah. Namun setelah Irwan Bachri Syam menjadi bupati Lutim, pembangunan lanjutan islamic senter itu di hentikan dan anggarannya diduga di geser untuk membiayai proyek pembangunan Gerbang Burau, Tugu Atue dan Rumah Jabatan Bupati yang sampai saat ini proyek tersebut ada yang tidak tuntas dan belum dirasakan asas manfaatnya oleh warga Luwu Timur. ( oks/***)







