Genangan air yang selama bertahun-tahun menjadi momok bagi para pengguna Jalan Poros Salu Ciu akhirnya memasuki babak baru penanganan. Respons nyata pun hadir melalui langkah perbaikan infrastruktur drainase yang mulai dieksekusi di lokasi tersebut, menyusul keluhan masyarakat yang tak pernah reda setiap kali musim penghujan tiba. Normalisasi saluran air digelar oleh PT Prima Utama Lestari (PT PUL) bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dalam kurun waktu tiga hari, terhitung sejak Kamis 18 Juni hingga Sabtu 20 Juni 2026.
Fokus utama dalam agenda kerja ini adalah pembersihan menyeluruh sekaligus rehabilitasi saluran drainase yang selama ini dipenuhi timbunan lumpur dan sampah. Kondisi tersebut selama ini disebut-sebut menjadi pemicu utama meluapnya air ke badan jalan saat curah hujan mencapai titik tinggi. Personel gabungan dari dua institusi itu langsung bergerak di lapangan untuk mengeruk sedimentasi, membenahi struktur drainase yang rusak, serta memperlebar celah pembuangan air agar kapasitas debit air dapat mengalir secara maksimal. Seluruh tahapan pekerjaan dijalankan dengan semangat gotong royong demi memastikan hasil akhir yang terbaik untuk kepentingan warga setempat.
Jonatan S, perwakilan Eksternal PT PUL, menyampaikan target utama pembenahan ini adalah memastikan sirkulasi air berjalan lancar. Ia pun mengungkapkan harapannya agar setelah seluruh proses perbaikan rampung, air bisa mengalir normal dan tidak lagi tumpah ke permukaan jalan meski curah hujan tengah tinggi. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa upaya ini merupakan wujud tanggung jawab moral perusahaan, sebab jalan itu setiap hari dilintasi warga dan karyawan. Ia pun menekankan bahwa ruas jalan tersebut menjadi urat nadi aktivitas harian bagi banyak orang.
Ustiar, Kepala Dusun Salu Ciu, mengungkapkan keresahan warganya soal genangan air memang sudah berlangsung lama. Ia menjelaskan bahwa saluran drainase yang tidak berfungsi optimal telah menjadi sumber masalah yang berkepanjangan. Pada setiap hujan deras, air dengan cepat naik ke tengah jalan, mengganggu lalu lintas serta berpotensi menimbulkan kerusakan permanen pada lapisan aspal. Keluhan ini, menurutnya, sudah bertahun-tahun disuarakan warga dengan harapan adanya langkah konkret yang akhirnya mulai terlihat kini.
Selesainya tahapan pembenahan drainase ini menumbuhkan optimisme baru bagi masyarakat Salu Ciu. Aliran air hujan diharapkan mampu meluncur mulus melewati saluran yang telah dinormalisasi sehingga risiko banjir dan genangan bisa ditekan secara drastis. Ke depan, para pengguna jalan yang melintasi Poros Salu Ciu diharapkan bisa berkendara dengan tenang dan aman tanpa bayang-bayang genangan air, bahkan ketika intensitas hujan berada di titik tertinggi sekalipun.








