OKSON,LUWU TIMUR — Jika melihat dari luar, bangunan RSUD Ilagaligo sangat mewah dan megah. Siapapun yang melihatnya pasti kagum.
Tapi ini rumah sakit, bangunan fisik harus didukung dengan fasilitas kesehatan yang layak, harus didukung dengan sumber daya tenaga kesehatan yang mumpuni, sehingga pelayanan kesehatan bisa berjalan lancar tanpa keluhan.
Baru – baru ini Ihwal warga Malili salah satu keluarga pasien yang sempat merasakan ketidak nyamanan berobat di RSUD Ilagaligo Wotu. Alat Rongen untuk mengambil foto atau mencitrakan bagian dalam tubuh manusia tanpa operasi untuk mendiagnosis penyakit ternyata tidak berfungsi alias rusak.
” Saat itu orang tua saya dibawa ke ruang radiologi, setelah tiba diruangan itu,seorang petugas kesehatan menghampiri, bilang alat rongennya rusak, orang tua saya harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Palopo saja. Meski tidak tega melihat kondisi orang tua kami, keluarga hanya bisa pasrah dengan arahan tersebut. Orang tua saya itu menderita sesak napas” Ungkap Ihwal. Kamis (03/09/2026).
Permasalahan tak cukup sampai di alat rongen rusak itu saja, keputusan ingin merujuk orang tua saya ke Rumah Sakit di Kota Palopo juga pihak RSUD Ilagaligo tidak siap.
Unit kendaraan ambulans untuk mengantar pasien ke Kota Palopo tidak ada. Dari Pukul Sepuluh pagi sampai jarum jam hampir masuk ke Pukul Lima Sore barulah ada penyampaian ambulansnya sudah ada. Pasien akhirnya perjalankan ke RSUD Kota Palopo untuk dirongen dan menjalani petawatan medis.
” Sudahlah alat rongennya rusak, armada ambulans yang mau dipakai mengantar pasien yang dirujuk juga tidak sedia. carita ji ini rumah sakit. ” Ujarnya Ketus.
Direktur RSUD Ilagaligo Wotu yang dikonfirmasi terkait alat rongen yang rusak itu sampai berita ini diterbitkan belum memberikan keterangannya.
Mendengar informasi alat rongen dan armada ambulans yang tidak siap sedia, Muhammad Nur Anggota Komisi Satu DPRD Luwu Timur bersuara, meminta direktur RSUD Ilagaligo secepatnya mengatasi kerusakan alat rongen tersebut.
Alat tersebut sangat dibutuhkan untuk mendiagnosa penyakit yang ada didalam tubuh pasien. Selain itu dia juga menyoroti kesiapan armada ambulans yang tidak siap mengantar pasien yang dirujuk.
” Miris juga saya dengar ini kejadian, seorang pasien menderita sesak napas ingin rongen alatnya tidak berfungsi, disuruh lagi menunggu berjam – jam, karena ambulansnya tidak ada, ini membuktikan pihak RSUD Ilagaligo belum bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik. Fakta ini berbanding terbalik dengan kampanye kesehatan yang mereka lakukan. Di beberapa kontennya yang saya lihat disana mengklaim pelayanan kesehatannya sangat wah gitu, nyaris tidak ada cela. Hari ini kita mendapati sangat tidak sesuai yang di gembar gemborkan.
Kalau begitu casingnya saja itu rumah sakit yang menawan di dalamnya buruk. Bukan ini yang kita harapkan. ” Kata Muh. Nur.
Sebagai langkah pengawasannya, Komisi Satu DPRD Lutim akan mendatangi RSUD Ilagaligo untuk melihat dari dekat alat rongen termasuk fasilitas kesehatan lainnya.
” Tidak bisa dipandang enteng jika terkait pelayanan kesehatan, karena mendapat pelayanan kesehatan yang layak itu merupakan hak dasar setiap warga negara. Dan itu juga menyangkut keselamatan jiwa seorang pasien. Jadi kita berharap pihak RSUD Ilagaligo harus profesional. ” Tutup Muh. Nur. ( oks/***)








