Menu ✖

Otomatis
Breaking News

BERITA

Pengadaan 21 Unit Ambulan Dana CSR Vale untuk Desa di Luwu Timur Masih Menggantung

Pengadaan 21 Unit Ambulan Dana CSR Vale untuk Desa di Luwu Timur Masih Menggantung Perbesar

Misteri masih menyelimuti proses pengadaan armada ambulans untuk sejumlah desa di Kabupaten Luwu Timur yang sumber dananya berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan PT Vale. Ratno Budiarto, yang menjabat sebagai Supervisor TMS Daihatsu Serpong, angkat bicara mengenai status transaksi yang belum tuntas hingga kini. Dalam sambungan telepon pada Senin (11/05/2026), ia memaparkan bahwa sebanyak 21 kendaraan telah berada di lokasi dealer yang beralamat di Kabupaten Tenggarang Selatan sejak Februari 2026. Akan tetapi, seluruh unit tersebut belum menerima pembayaran apa pun. Kontak dengan pemesan, Erwin R Sandi, telah terputus total. Ratno mengaku kehilangan jejak dan kini hanya dapat berkomunikasi dengan seorang perantara bernama Herlina Andriani Haris, yang bekerja sebagai tenaga penjual mobil di Makassar dan berperan sebagai penghubung antara Erwin serta dealer di Serpong. Setiap kali Ratno meminta kejelasan soal pembayaran, jawaban yang ia terima selalu tidak berubah. Berdasarkan keterangan Herlina, dana dari PT Vale seharusnya telah dikucurkan kepada vendor terkait. Namun, saat pihak dealer melakukan pengecekan langsung ke perusahaan tambang tersebut, informasi yang diperoleh justru bertolak belakang. PT Vale bersikeras menyatakan bahwa transfer dana telah dilakukan. Perbedaan informasi ini menyebabkan posisi Ratno di perusahaan menjadi tidak aman, hingga ia menerima teguran keras dari atasan dan mengkhawatirkan keberlangsungan kariernya. Total pemesanan yang diajukan Erwin melalui perantaraan Herlina sebenarnya berjumlah 26 unit kendaraan jenis Daihatsu Luxio D. Dana yang masuk ke kas dealer baru sebatas uang muka sebesar Rp 260 juta, sesuai patokan biaya booking senilai Rp 10 juta per mobil. Dari total 26 unit itu, hanya 2 unit yang pelunasannya tuntas dengan nilai kontrak untuk masing-masing mobil sebesar Rp 199,79 juta. Ratno juga menegaskan bahwa tidak semua unit dipesan dari dealernya, sebab ada 3 unit yang berasal dari jaringan dealer lain di luar tanggung jawabnya. Hal itu terjadi karena pemesanan dari PT Malili memang sengaja dibagi di beberapa tempat. Dengan demikian, 21 unit yang menjadi tanggung jawabnya kini sulit untuk dipasarkan kembali. Penggunaan nama Herlina dalam dokumen transaksi ternyata terkait erat dengan kebijakan harga regional. Ratno mengungkapkan bahwa Herlina memiliki kartu tanda penduduk dengan domisili Tangerang. Dari sisi kependudukan tersebut, harga kendaraan menjadi lebih murah daripada menggunakan identitas warga Makassar. Pembeli dengan KTP Tangerang mendapatkan banderol yang berada di bawah angka Rp 200 juta, sekitar Rp 199 juta lebih. Sementara untuk pengurusan dokumen resmi seperti faktur, prosesnya tetap akan dilakukan di Sulawesi Selatan. Saat awak media mencoba minta konfirmasi kepada Herlina mengenai perannya dalam proyek ini, ia menolak memberikan keterangan apa pun. Berdasarkan data yang beredar pada dokumen purchase order, terjadwal pada 3 Februari 2026 untuk transaksi 26 unit Daihatsu Luxio tersebut. Namun, yang menarik perhatian adalah ketidaksesuaian antara angka dalam dokumen dengan pernyataan Ratno. Di PO resmi, harga per unit tercatat Rp 230 juta. Sementara Ratno selaku perwakilan dealer memastikan nilai kesepakatan hanya sekitar Rp 199 juta per unit dan tidak melebihi Rp 200 juta. Perbedaan harga ini menjadi temuan serius yang layak ditelusuri oleh aparat penegak hukum. Teka-teki seputar sosok Erwin Sandi serta selisih dana yang sangat besar tersebut menuntut penyelidikan lebih mendalam agar tidak ada pihak yang mengalami kerugian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

26 Sep 2026 - 07:50 WITA

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

25 Sep 2026 - 01:48 WITA

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya

24 Sep 2026 - 11:57 WITA

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya
Trending di BERITA