OKSON, LUWU TIMUR, – Tidak ada yang bisa dibanggakan dari program seragam sekolah gratis yang dibagikan Pemerintah Luwu Timur saat ini.
Satu persatu orang tua siswa yang anaknya menerima seragam geratis itu mulai protes lantaran
ukurannya tidak sesuai dengan postur tubuh siswa penerima manfaat.
Kondisi ini terjadi mulai tingkat PAUD, SD hingga SMP. Rata – rata seragam yang dikomplain ukurannya kekecilan, pendek sama sekali tidak elok untuk dipakai.
Fakta ini mengindikasikan asas manfaat dari seragam geratis ini tidak bisa dirasakan semua siswa penerima manfaat dan ini mengisyaratkan program seragam geratis ini tidak matang persiapannya dan banyak kelemahan.
Ditingkat SMP, salah satu orang tua siswa di Malili komplain menunjukkan foto anaknya mengenakan baju seragam sekolah gratis SMP yang lengan bajunya sudah kependekan.
Ditingkatan SD, ada juga orang tua siswa di Kecamatan Wotu yang menertawakan seragam sekolah geratis itu tidak bisa di kancing ketika di pakaikan pada tubuh anaknya. Maksudnya seragam sekolahnya kekecilan.
Di tingkat PAUD di Kecamatan Malili, juga demikian, baju yang dibagikan ke siswa banyak kekecilan. Para orang tua siswa mempertanyakan langsung ke pihak pengelola PAUD, kenapa seragam anaknya tidak sesuai ukuran.
Pihak pengelola PAUD menjelaskan, info yang mereka terima dari pihak yang menjahit seragam sekolah gratis itu menyebutkan, ukuran baju yang kekecilan itu lantaran waktu penjahitan dilakukan daftar hasil pengukuran tubuh siswa hilang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Raodah yang berusaha dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. Pesan WhatsApp diabaikan, Selasa, (31/03/2026).
Untuk diketahui, paket seragam sekolah ini disediakan sejumlah pelaku UMKM. Yang seharusnya berdasarkan petunjuk teknis, seragam sekolah gratis ini dihadirkan menggunakan kartu pintar.
Namun kartu pintar yang dijanjikan gagal dicetak. Alasannya, bank tak mampu menyediakan 16 ribu lebih kartu pintar. “Bank angkat tangan. Makanya memanfaatkan pelaku UMKM,” kata Sekretaris Daerah Lutim, Ramadhan Pirade, Senin, (31/03/2026).
Total anggaran paket seragam sekolah gratis ini sebanyak Rp 8,7 miliar. Rinciannya, setiap seragam PAUD dianggarkan Rp 400 ribu. Siswa SD, Rp 560 ribu. Dan siswa SMP, Rp 600 ribu.
Dari anggaran ini, siswa-siswi mendapatkan sepatu, kaos kaki, baju seragam (celana/rok dan baju), tas, dan topi.
Rincian bantuan seragam sekolah yang dibagikan sebanyak 16.253 pasang. Rinciannya, PAUD sebanyak 5.315 pasang, SD sebanyak 5.739 pasang, serta SMP sebanyak 5.199 pasang.
Sejatinya program seragam sekolah gratis ini bukanlah program baru, pembagian seragam gratis ini sudah berlangsung sejak Husler, Budiman menjadi Bupati Luwu Timur, semestinya di era Irwan Bachri Syam menjadi bupati, program ini harusnya menjadi lebih baik lagi..( oks/***)







