Menu

Mode Gelap
Sita Barang Bukti, Penyidik Kejaksaan Negeri Luwu Timur Pastikan Semua Yang Terlibat Pengadaan 26 Unit Ambulan CSR  Akan Diperiksa Ekonom Unhas: PDRB Tinggi Tak Otomatis Membuat Masyarakat Luwu Timur Makmur Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat Singgah di Nursery PT Vale, Ridwan Andi Wittiri Salut Dengan Kesiapan Program Pasca Tambang PT Vale

BERITA

Munir Berharap Vale Bantu Penyelesaian Gaji Eks Karyawan PT Petra Lewat Uang 800 Juta Yang Ditahan


					Munir Berharap Vale Bantu Penyelesaian Gaji Eks Karyawan PT Petra Lewat Uang 800 Juta Yang Ditahan Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Abdul Munir Razak mengatakan jika PT Vale bersedia, dia bisa menyelesaikan permasalahan Ratusan Karyawan PT Petra yang sudah bertahun – tahun menuntut pembayaran gaji. Sebab masih ada uang PT Petra yang ditahan PT Vale termasuk Aset perusahaannya. 

” Informasi yang saya terima, masih ada uangnya PT Petra itu sekitar 800 juta di tahan PT Vale. Saran saya demi alasan kemanusiaan elok kiranya Vale mencairkan uang tersebut untuk dibayarkan gaji mantan karyawan PT Petra yang belum terbayar. ” Ungkap Munir. Selasa (06/02/2024). 

Munir menerangkan hampir Dua Ratusan Orang mantan karyawan PT Petra ini belum menerima gaji, ada yang  menunggak Dua Bulan ada juga Empat Bulan. Mereka sudah menuntut haknya ini sudah lebih satu tahun lamanya sampai sekarang belum ada kejelasan. Kasus seperti ini tidak bisa dibiarkan. 

Sementara PT Petra sendiri sebelumnya adalah kontraktor PT Vale, kini perusahaan tersebut sudah tutup. Namun aset perusahaan dan uang sekitar 800 Juta masih ada di PT Vale.

” Bisa juga aset PT Petra tersebut di lelang uangnya bisa juga dipakai untuk membayar gaji mantan karyawannya. Saya sangat berharap Manajemen PT Vale tidak berdiam diri melihat permasalahan ini karena jalan keluar penyelesaiannya tunggakan gaji ini masih ada.  Perkara ini sangat memalukan, karena barusan terjadi kontraktor PT Vale tidak bisa bayar  gaji karyawannya.” Kata Munir. 

Sebelumnya, Munir juga mengaku sudah pernah bertemu dengan manajemen PT Vale mebahas tunggakan gaji mantan karyawan PT Petra. Dalam pembicaraan tersebut sebenar PT Vale sudah bersedia mencairkan uang 800 Juta tersebut. Permasalahannya yang harus tandatangan pencairan tersebut harus Syarif selaku  direktur PT Petra.

” Persoalannya sekarang Syarifnya ini yang tidak proaktif, tidak diketahui keberadaannya, kabarnya ia juga sudah dilaporkan ke Polisi, dan saya berharap Polisi serius menangani kasus ini. ” Tutup Munir. ( SON/***)

Baca Lainnya

Sita Barang Bukti, Penyidik Kejaksaan Negeri Luwu Timur Pastikan Semua Yang Terlibat Pengadaan 26 Unit Ambulan CSR  Akan Diperiksa

3 Juli 2026 - 09:04 WITA

Ekonom Unhas: PDRB Tinggi Tak Otomatis Membuat Masyarakat Luwu Timur Makmur

2 Juli 2026 - 13:55 WITA

Formak Lutim Desak Kejati Sulsel Kawal Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah dan Ambulan CSR PT Vale

26 Juni 2026 - 13:37 WITA

Trending di BERITA